Polisi Dalami Kasus Dugaan Bunuh Diri Siswi SMPN 147

Polisi Dalami Kasus Dugaan Bunuh Diri Siswi SMPN 147
Ilustrasi bullying ( Foto: istimewa )
Gardi Gazarin / YUD Senin, 20 Januari 2020 | 12:17 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Polres Metro Jakarta Timur mendalami kasus dugaan bunuh diri siswi SMPN 147 Ciracas, Jakarta Timur berinisial SN (14). Kini tersiar kabar siswi malang itu nekat mengakhiri hidupnya dengan cara lompok dari lantai tiga gedung sekolah karena menjadi korban perundungan atau bullying.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Hery Purnomo mengatakan, pihaknya masih mendalami motif bunuh diri korban dengan mengumpulkan keterangan dari para saksi dan barang bukti.

Orang-orang terdekat korban seperti keluarga dan teman-teman sekolah rencananya akan dimintai keterangan penyidik. Langkah ini dilakukan untuk mengungkap motif bunuh diri korban serta menjawab kabar apakah sebelum korban nekat bunuh diri telah terjadi bullying atau tidak.

“Semua informasi menjadi bahan untuk penyelidikan. Sampai saat ini kami belum memastikan penyebab korban nekat bunuh diri, apa motifnya,” kata AKBP Hery Purnomo kepada Beritasatu.com, Senin (20/1/2020).

Sejauh ini, polisi baru meminta keterangan dari pihak sekolah dan melakukan pengecekan langsung lokasi tempat korban melakukan bunuh diri. Di lapangan, polisi diakui Hery Purnomo memang menemukan bukti awal bahwa korban bunuh diri.

Hasil olah TKP di SMPN 147 Ciracas, polisi menemukan bangku yang digunakan korban untuk naik ke atas tembok. Ada saksi juga yang melihat posisi kaki korban itu ada di luar tembok.

Peristiwa bunuh diri siswi SMPN 147, Ciracas, Jakarta Timur berinisial SN itu terjadi pada Selasa (14/1/2020). Sejauh ini belum diketahui pasti mitif siswa berjilbab itu nekat memutuskan bunuh diri.

Korban SN sempat dirawat di Rumah Sakit Polri Krmatjati Jakarta Timur. Korban sempat dirawat dua hari di rumah sakit, namun Kamis (16/1) SN akhirnya menghembuskan nafas terakhir.



Sumber: Suara Pembaruan