Komisi D Minta Pemprov DKI Gencar Sosialisasi Revitalisasi Monas

Komisi D Minta Pemprov DKI Gencar Sosialisasi Revitalisasi Monas
Rencana Revitalisasi Kawasan Monas. ( Foto: Beritasatu Photo / Lenny Tristia Tambun )
Erwin C Sihombing / FER Senin, 20 Januari 2020 | 15:57 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pengerjaan revitalisasi Monas yang mengharuskan adanya penebangan dan pemindahan 190 pohon menuai kontroversi di tengah masyarakat.

Revitalisasi Monas Hilangkan 190 Pohon, Ini Kata Pemprov DKI

Komisi D DPRD DKI memahami kondisi tersebut lantaran revitalisasi Monas yang mengedepankan penghijauan atau ruang terbuka hijau (RTH) belum tersosialisasi dengan baik.

Anggota Komisi D DPRD DKI, Pantas Nainggolan meyakini program revitalisasi Monas telah diputuskan dalam pembahasan mata anggaran 2019. Sedangkan dalam anggaran 2020 program tersebut tidak dibahas. Hal ini yang membuat sebagian anggota dewan tidak mengetahui adanya kegiatan tersebut.

Namun begitu, Pantas mendukung rencana Ketua Komisi D Ida Mahmudah memanggil Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan (Citata) untuk mendapat penjelasan dari program revitalisasi Monas.

Soal Penebangan 190 Pohon, DPRD DKI Akan Panggil SKPD Terkait

"Saya kira ini penting agar pihak eksekutif memberikan pemaparan. Namun yang tak kalah penting juga pihak eksekutif mampu memberi penjelasan kepada publik. Bisa mensosialisasikannya agar publik tidak memiliki tafsiran yang macam-macam," kata Pantas, di Jakarta, Senin (20/1/2020).

Dia juga mengakui langkah menebang pohon di musim penghujan bukan tindakan yang populer. Di saat Jakarta rentan banjir mengapa pemprov malah menebang pohon. Namun tindakan tersebut harus dilakukan sebagai langkah awal revitalisasi.

"Program ini jangka panjang (multi years). Kami tidak setuju dengan pengerjaan berkelanjutan tetapi target sekarang adalah memperbaiki lingkungan hidup termasuk penghijauan," ujarnya.

Ketua DPRD DKI Sayangkan Penebangan 190 Pohon di Monas

Ketua Komisi D, Ida Mahmudah tidak mengetahui adanya program revitalisasi Monas sehingga merasa perlu memanggil Dinas Citata. Dia hanya mendengar pemaparan revitalisasi Monas terkait dengan sirkuit penyelenggaraan Formula E.

"Saya tidak tahu mengapa harus 190 pohon ditebang. Kaget juga mendengarnya," terang Ida.

Sebanyak 190 pohon di kawasan selatan Monas telah ditebang dan dipindahkan pada pekan lalu. Sebanyak 55 pohon diantaranya dipindahkan ke bagian barat sedangkan 30 pohon dipindahkan ke bagian timur Monas. Sedangkan sisanya bakal ditanam kembali di lapangan IRTI.



Sumber: Suara Pembaruan