Pengamat: Calon Gerindra Lebih Berpeluang Jadi Wagub DKI

Pengamat: Calon Gerindra Lebih Berpeluang Jadi Wagub DKI
Wakil Ketua Komisi II DPR Riza Patria (tengah), anggota Komisi II DPR Firman Soebagyo (kiri) dan Ketua KADIN Batam Jadi Rajagukguk saat menjadi narasumber pada acara diskusi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (8/1/2019). ( Foto: Suara Pembaruan / Ruht Semiono )
Erwin C Sihombing / JAS Selasa, 21 Januari 2020 | 16:06 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Cawagub DKI dari Gerindra, Riza Patria dianggap lebih berpeluang terpilih dibanding calon dari PKS Nurmansjah Lubis. Riza diuntungkan posisi Gerindra yang di tingkat pusat telah bergabung dalam koalisi partai politik pendukung pemerintah.

"Secara kapabilitas kedua kandidat merupakan sosok yang pantas, tetapi secara politis lebih terbuka lebar calon dari Gerindra," kata pengamat politik, Emrus Sihombing, di Jakarta, Selasa (21/1).

Menurut Emrus, sangat terbuka kemungkinan parpol pendukung Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat pada Pilgub DKI yang lalu, bakal memilih kandidat dari Gerindra karena di tingkat pusat telah berkoalisi dengan pemerintah. Situasi ini tidak dialami PKS, sehingga secara hitung-hitungan kursi kandidat dari Gerindra memiliki peluang besar.

Ketua Fraksi PDI-P DKI, Gembong Warsono mengatakan pihaknya belum bisa melihat kandidat mana yang memiliki kans lebih besar untuk terpilih dalam sidang paripurna karena pihaknya masih menunggu adanya surat formal dari gubernur.

Setelah PKS-Gerindra menyerahkan dua nama kandidat kepada gubernur selanjutnya gubernur bakal menyerahkannya kepada Ketua DPRD DKI untuk diprosesnya. Selama gubernur belum menyetor pihaknya belum mau membicarakan kans keduanya.

"Tetapi baik Pak Riza maupun Pak Nurmansjah memiliki pengalaman yang baik secara organisasi," kata Gembong.

Gembong menilai, DPRD DKI bisa segera memproses tanpa membentuk panitia khusus (pansus) pemilihan wagub karena bisa mengikuti hasil pansus terdahulu dan menyetujui draf tata tertib pemilihan untuk selanjutnya membentuk panitia pemilihan (panlih).

Wakil Ketua Fraksi Nasdem DKI, Nova Harivan Paloh menyebut, pihaknya membutuhkan pemaparan program dari masing-masing kandidat terlebih dulu sebelum memutus siapa yang layak terpilih.

"Apa yang mereka tawarkan dalam mengatasi banjir dan macet. Karena masalah ini yang menjadi utama dan sudah sangat mendesak untuk diatasi," ujarnya.

Ketua DPW PKS DKI, Sakhir Purnomo mengatakan, pihaknya menuntut proses pemilihan Wagub DKI berjalan secara transparan. Untuk itu PKS berharap adanya pengawasan ekstra dari masyarakat, media bahkan dari aparat penegak hukum.

"Tolong prosesnya diawasi agar kontes-kontes pemilihan wakil gubernur betul-betul berjalan fairplay. Termasuk aparat penegak hukum, KPK, dan media supaya proses demokrasi di DPRD betul-betul fairplay," tekan Sakhir.



Sumber: Suara Pembaruan