Dicari, 3 Begal Pelanggan Warteg di Ciledug

Dicari, 3 Begal Pelanggan Warteg di Ciledug
Salah satu tersangka buronan begal pelanggan warteg. ( Foto: istimewa )
Bayu Marhaenjati / CAH Jumat, 24 Januari 2020 | 15:20 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Polisi telah menetapkan tiga bandit yang melakukan aksi perampokan dengan senjata tajam sejenis celurit di salah satu warteg, di Jalan Ciledug Raya, Petukangan Utara, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, sebagai buronan dan masuk ke dalam daftar pencarian orang (DPO).

"Ya betul, sudah masuk DPO pelaku pengancaman dan pemerasan di Warteg Mamoka Bahari, Petukangan Utara, Pesanggrahan," ujar Kapolres Metro Jakarta Selatan Komisaris Besar Polisi Bastoni Purnama kepada Beritasatu.com, Jumat (24/1/2020).

Dikatakan Bastoni, ketiga buronan itu atas nama Heru Wahono (22), Syadam Baskoro (22) dan Ahmad Firdaus (21). "Jika menemukan keberadaan orang ini, harap hubungi kantor polisi terdekat atau Polsek Pesanggrahan (021-73886887)," ujarnya.

Berdasarkan catatan Polsek Pesanggrahan, pelaku Heru Wahono memiliki ciri-ciri seperti tinggi badan sekitar 160 sentimeter, rambut lurus pendek agak cepak warna hitam, kulit coklat, badan biasa, dan berkumis tipis.

Sementara, ciri-ciri Syadam Baskoro antara lain, tinggi badan sekitar 168 sentimeter, rambut lurus pendek warna hitam, warna kulit coklat, dan berbadan gempal. Sedangkan, Ahmad Firdaus, ciri-cirinya tinggi badan sekitar 165 sentimeter, rambut ikal warna hitam, kulit sawo matang, berbadan sedang.

Penjahat Kambuhan

Sebelumnya, Bastoni menyampaikan, dua pelaku Heru dan Syadam merupakan residivis atau penjahat kambuhan. Keduanya, pernah berurusan dengan polisi terkait kasus pencurian.

"Memang pelaku ini sebenarnya dulu pernah ditangkap Polres Jakarta Selatan. Iya (mereka keluar melakukan aksi yang sama)," katanya.

Polisi Buru Bandit Bercelurit Perampas Ponsel di Warteg

Menyoal apa latar belakang sehingga mereka menjadi penjahat kambuhan, Bastoni mengatakan, bisa karena ekonomi atau penyalahgunaan narkotika. Namun, dia belum bisa memastikan karena penyidik masih mendalaminya.

"Kalau dilihat dari tindakannya ini kan dia melakukan pembegalan, mengambil uang, mengambil handphone, saya kira motif ekonomi ya. Motif ekonomi atau motif yang lain kita nggak tahu, kadang-kadang kan ada yang ketergantungan sama narkoba dan sebagainya. Ini masih kita dalami nanti. Kalau misalnya ketangkap nanti kita tanya apa motivasinya melakukan pembegalan," jelasnya.

Menurut Bastoni, apabila keduanya tertangkap, kemungkinan akan mendapatkan hukuman yang lebih berat. Namun, semuanya bergantung pertimbangan majelis hakim nanti.

"Tentu. Tapi itu kan di sidang, pertimbangan dari hakim. Kalau dia track record-nya telah melakukan tindak pidana yang kesekian kali itu pertimbangan hakim untuk menjatuhkan vonis," katanya.

Bastoni menegaskan, polisi sudah mengantongi identitas pelaku, dan sedang melakukan pengejaran. "Pengejaran iya. Sudah diketahui identitasnya. Dicek juga ke rumah pelaku, nggak ada ya. Masih terus dicari," tandasnya.

Diketahui, aksi perampokan dengan kerugian satu unit telepon genggam dan uang tunai yang dilakukan tiga bandit -salah satunya membawa celurit-, di salah satu warteg, di Jalan Ciledug Raya, Petukangan Utara, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Selasa (21/1/2020) dini hari, terekam kamera pengawas alias CCTV, dan viral di dunia maya. Polisi sudah mengidentifikasi pelaku dan sedang melakukan pencarian.



Sumber: BeritaSatu.com