Waspadai Modus Penipuan Tukar Kartu ATM

Waspadai Modus Penipuan Tukar Kartu ATM
Ilustrasi penipuan ATM. ( Foto: Ist / Ist )
Carlos KY Paath / RSAT Sabtu, 25 Januari 2020 | 11:17 WIB

lJakarta, Beritasatu.com – Memet, warga Banjarmasin, Kalimantan yang sedang berada di Jakarta  mengaku menjadi korban penipuan. Kartu anjungan tunai mandiri (ATM) miliknya ditukar oleh pelaku. Saldo yang berada di rekening bank memang hanya ratusan ribu rupiah. Memet pun mengaku ikhlas.

“Sampai rumah saya langsung kontak pusat pengaduan bank untuk blokir rekening. Isi uang di ATM itu enggak seberapa, cuma ratusan ribu rupiah. Ikhlasin saja, anggap sedekah. Nanti Tuhan ganti yang lebih banyak lagi,” kata Memet kepada Beritasatu.com, Sabtu (25/1/2020).

Memet mengatakan saat itu  sedang berada di halte bus di Jalan Matraman Raya, Jakarta Timur, Sabtu (25/1/2020). Seseorang yang mengaku bernama R datang menghampirinya. “Saya ditanya asal mana, kerja apa. Saya bilang dari Kalimantan. Dia juga bilang ada kerjaan di Kalimantan,” ujar Memet.

Memet sempat meminta kartu nama R yang dijawab ada di mobil. Memet dan R, lantas berjalan menuju kendaraan tersebut yang tak jauh dari halte. Sebelum tiba di mobil, lanjut Memet, ada pria yang menyebut baru dari Singapura.

“Sebelum sampai mobil ada orang yang mengaku dari singapura, namanya I. Si I ini bilang ke R mau menyumbang rumah ibadah. R lalu ingin lihat saldo punya I di ATM. Kami pun menuju ATM terdekat,” ucap Memet.

Menurut Memet, R mengecek kartu ATM yang diserahkan oleh I sekaligus nomor pin. Memet sempat melihat uang yang tertera di saldo I berjumlah Rp 10 miliar. “Saya lihat. Nominal uangnya si I ada Rp10 miliar. Entah benar atau tidak,” tutur Memet.

Memet mengatakan, I kemudian meminta kepada R agar diantarkan ke kawasan Jakarta Pusat. R menelepon sopir untuk menjemput. Tidak berselang 5 menit, mobil datang. Memet juga diajak untuk masuk ke dalam mobil.

“Saya ikut naik mobil. Di tengah jalan, si I bilang mau transfer saja ke R. Kami pun berhenti di ATM. R kasih kartunya ke I. Nomor pin juga disebutkan oleh R. Saldo di kartu ATM punya R seperti dicek I ada Rp 99 juta,” kata Memet.

I meminta Memet ikut mengecek kartu ATM. “Si I minta lihat ATM punya saya. Merasa ada keterbukaan antara I dan R, saya ikut cek kartu ATM yang saya punya. Si I dan R ada di kiri dan kanan saya,” imbuh Memet.

Memet mengatakan, I menanyakan amplop kosong kepada R. “Amplop kosong diserahkan ke saya. I minta kartu ATM saya dimasukkan ke amplop itu. Saya beri saja. Dia balikkan lagi dan katanya jangan dibuka dulu. Nanti pas I telepon buka amplopnya,” ujar Memet.

Memet pun menyebut, “Saya terus sampaikan untuk antarkan saja kembali ke dekat tempat bertemu. Tapi saya diturunkan agak jauh. Saya naik ojek. Saya buka saja amplop yang ternyata isinya bukan kartu ATM milik saya.”



Sumber: Suara Pembaruan