Revitalisasi Kembalikan Monas Jadi Taman Medan Merdeka

Revitalisasi Kembalikan Monas Jadi Taman Medan Merdeka
Sejumlah buruh mengerjakan pembangunan Plaza Selatan Monumen Nasional (Monas) di Jakarta, Rabu, 22 Januari 2020. ( Foto: ANTARA FOTO / Aditya Pradana Putra )
Lenny Tristia Tambun / JAS Minggu, 26 Januari 2020 | 07:58 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Dinas Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan (Citata) Provinsi DKI Jakarta Heru Hermawanto menerangkan rencana revitalisasi kawasan Medan Merdeka dan Tugu Nasional telah dipersiapkan secara matang, mulai dari Desain Penataan Rencana Tapak Kawasan Medan Merdeka, Desain interior Tugu Nasional, hingga kawasan fisik.

"Proses revitalisasi ini mulai dilaksanakan pada 2019, bersamaan dengan revitalisasi Masjid Istiqlal dan kawasan di sekitar Lapangan Banteng. Ketiga wilayah tersebut nantinya akan terhubung dengan jalur pejalan kaki yang lebar dan rapi,” kata Heru Hermawanto, Minggu (26/1/2020).

Konsep revitalisasi ini, lanjutnya, dibangun berdasarkan kronologi sejarah Kawasan Monas dan Medan Merdeka. Dari fungsinya sebagai pusat pemerintahan sampai Taman Medan Merdeka sebagai ruang terbuka hijau. “Kita mau kembalikan ke fungsi semula, menjadi Taman Medan Merdeka,” ujar Heru Hermawanto.

Selain itu sebagai sarana rekreasi berskala nasional yang kental dengan makna simboliknya untuk mengenang dan membangkitkan semangat perjuangan bangsa.

Sedangkan rencana revitalisasi Plaza Selatan Monas diperuntukkan sebagai Ruang Terbuka Publik yang juga berfungsi untuk menampung kegiatan pemerintahan, baik pusat maupun daerah.

Selama ini kegiatan-kegiatan tersebut menggunakan Ruang Agung yang merupakan jalan mengelilingi Tugu Nasional. Padahal Ruang Agung dirancang sejak awal pembangunan Tugu Nasional sebagai ruang kontemplasi. Dengan dipindahkannya seluruh aktivitas kegiatan pemerintahan tersebut ke Plaza Selatan, diharapkan dapat mengembalikan fungsi Ruang Agung sebagai ruang kontemplasi.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga telah membatalkan rencana ruang bawah tanah (basement) di area selatan untuk Parkir Kendaraan. Dokumen perencanaannya telah selesai disusun pada 2013 oleh Dinas Tata Ruang Provinsi DKI Jakarta, yang mengacu pada Rencana Induk Penataan Medan Merdeka tahun 1997, dengan luas bangunan 89.840 meter persegi.

“Kawasan Medan Merdeka ke depan harus berorientasi kepada pejalan kaki dan transportasi umum,” ujar Anies Baswedan



Sumber: BeritaSatu.com