Anies: Semua Umat Bebas Merayakan Hari Rayanya di Jakarta

Anies: Semua Umat Bebas Merayakan Hari Rayanya di Jakarta
Gubernur DKI Anies Baswedan menghadiri Parade Barongsai yang digelar di Thamrin 10 dan sepanjang CFD, Jakarta Pusat, Minggu, 26 Januari 2020. ( Foto: Beritasatu Photo / Lenny Tristia Tambun )
Lenny Tristia Tambun / FMB Minggu, 26 Januari 2020 | 14:17 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menegaskan pemindahan Ibu Kota tidak akan menghilangkan peranan kota Jakarta sebagai simpulnya Indonesia. Sebagai kota yang heterogen, semua umat bebas merayakan hari raya agamanya di Jakarta.

“Jadi kita ingin simpulnya Indonesia yaitu di Jakarta, di mana berkumpul seluruh komponen memjadi tempat yang setara bagi semua. Ini hanya terjadi karena masyarakat Betawi yang menyambut hangat pendatang dari seluruh nusantara,” kata Anies Baswedan saat memberikan sambutan dalam acara Rakerda Gerindra DKI di Grand Sahid Hotel, Jakarta Pusat, Minggu (26/1/2020).

Karena itu, ia mengharapkan dengan adanya reorganisasi ibu kota ke Kalimantan, maka Kota Jakarta akan bisa fokus pada pengembangan kota sebagai kota perekonomian, kota bisnis, kota wisata.

“Bahkan kemarin tahun baru jumlah wisatawan yang ke Jakarta tahun 2019, lebih banyak dari pada yang menuju ke Bali. Kita nomor satu sebagai tujuan wisata,” klaim Anies Baswedan.

Sebagai simpulnya Indonesia, pihaknya akan terus mendorong perayaan hari raya besar keagamaan di ruang terbuka publik Jakarta. Karena ia ingin memastikan Jakarta menjadi rumah bagi semuanya. Sehingga, Kota Jakarta terasa menjadi tempat tinggal warga Jakarta yang heterogen.

“Itu yang kita bangun di kota ini. Kemarin Tahun Baru 1 Muharram, kita buat Festival Muharram. Pertama kali kita menyelenggarakan Festival Muharram. Hari ini juga dilakukan Jakarta Imlekan. Itu juga baru pertama kali dilakukan di tempat ini. Dulu takbiran dilarang. Sekarang takbiran diizinkan dan dijalankan. Akhir tahun, kita berikan kesempatan untuk Chrismast Carol bagi saudara-saudara kita yang merayakan Natal,” jelas Anies Baswedan.

Dengan begitu, semua umat beragama di Jakarta dapat merayakan hari raya keagamaannya dengan leluasa dan bebas di ruang publik. Warga Jakarta memiliki kesempatan yang sama dalam merayakan hari raya besar keagamaan masing-masing.

“Jadi kita ingin kota ini terus hidup dan festival-festival ini yang tidak kalah penting, menggerakan perekonomian. Ini semua tidak akan terjadi tanpa kolaborasi. Jadi kita ingin Jakarta taglinenya justru menjadi Jakarta kota kolaborasi, kota semua bekerja bersama, siapa saja, dari mana saja, bangun Jakarta bersama-sama. Termasuk di sektor politiknya. Saya rasa kerja bersama selama ini luar biasa,” ungkapnya.



Sumber: BeritaSatu.com