Sudah 103 Ton Garam Disemai untuk Mencegah Hujan Ekstrem di Jabodetabek

Sudah 103 Ton Garam Disemai untuk Mencegah Hujan Ekstrem di Jabodetabek
Kepala Balai Besar Tim Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Tri Handoko Seto ( Foto: Suara Pembaruan / Ari Rikin )
Ari Supriyanti Rikin / DAS Minggu, 26 Januari 2020 | 17:33 WIB

Jakarta, Beritasatu.com -  Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) terus melakukan modifikasi cuaca sejak 3 Januari 2020 atau selepas banjir pergantian tahun. Operasi TMC dilakukanuntuk mencegah berulangnya banjir di Jabodetabek karena curah hujan ekstrem 1 Januari 2020.

Menurut Kepala Balai Besar Tekonologi Modifikasi Cuaca (TMC) BPPT, Tri Handoko Seto, sejak 3 Januari hingga 24 Januari 2020, jumlah penerbangan operasi TMC sebanyak 63 kali dengan jam terbang 140 jam 25 menit. Garam yang disemai ke awan potensial hujan mencapai 103.200 kilogram atau 103,2 ton.

"Pada, Sabtu (25/1/2020) direncanakan lima kali penerbangan TMC  mereduksi hujan di kawasan Jabodetabek. Kemarin, Jumat (24/1/2020) tim TMC pagi hingga siang belum berhasil menerbangkan pesawat karena keburu hujan sehingga operasi TMC baru bisa dilakukan siang hingga sore hari sebanyak 2 kali penerbangan," kata  Tri Handoko Seto di Jakarta, Sabtu (25/1/2020).

Seto mengungkapkan, dalam operasi TMC Jumat (24/1/2020) menggunakan pesawat CN-295 (A-2901) dan Casa 212 (A-2103) dilakukan dua kali. Operasi ini dilakukan atas kerja sama BPPT, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan TNI Angkatan Udara.

Penerbangan pertama dengan pesawat Casa 212 dilaksanakan pada pukul 13.10-15.20 WIB. Wilayah penyemaian di Laut Jawa dengan ketinggian penyemaian 10.000 feet dan membawa bahan semai sebanyak 800 kg.

Penerbangan kedua menggunakan pesawat CN 295 dilaksanakan pukul 14.20-16.45 WIB dengan wilayah penyemaian di Perairan Barat Ujung Kulon dan Pesisir Selatan Lampung dengan ketinggian penyemaian 11.500-13.000 feet. Bahan semai sebanyak 2.400 kg.

"Berdasarkan citra radar pada Jumat pagi hingga sore hari terlihat pertumbuhan awan potensial banyak tumbuh utara, barat laut, barat dari wilayah Jabodetabek. Kondisi cuaca sejak pagi hari hingga siang terjadi hujan di beberapa wilayah Jabodetabek dengan intensitas hujan ringan hingga sedang," papar Tri Handoko Seto.



Sumber: Suara Pembaruan