Bangun 3.000 Sumur Serapan, DKI Anggarkan Rp 100 Miliar

Bangun 3.000 Sumur Serapan, DKI Anggarkan Rp 100 Miliar
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, memimpin Apel Pelaksanaa Penertiban Air Tanah dan Sumur Resapan di JIEP, Jakarta Timur, Senin 9 Juli 2018. ( Foto: Beritasatu Photo/Lenny Tristia Tambun )
Lenny Tristia Tambun / FER Minggu, 26 Januari 2020 | 19:39 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI, Juaini Yusuf mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI akan bangun banyak waduk dan sumur serapan sebagai gerakan lumbung air (Gela).

Ini Program Infrastruktur Pengendali Banjir Versi Anies

Khusus untuk di Jakarta Utara, bukan hanya menbangun waduk saja, tetapi juga menuntaskan pembangunan tanggul laut pantai yang merupakan bagian dari National Capital Integrated Coastal Development (NCICD).

"Kita bangun waduk sama tanggul. Kan tanggul pantai belum selesai. Masih lanjut sampai selesai,” kata Juaini Yusuf, Minggu (26/1/2020).

Untuk tahun ini, pihaknya akan membangun waduk di beberapa tempat. Khusus di Jakarta Utara, akan dibangun waduk sebagai tempat penampungan atau penangkapan air di Marunda dan Kamal.

"Memang ada beberapa tempat yang rencananya ke depan kita mau bikin waduk. Marunda dan di Kamal rencananya tahun ini," ujar Juaini Yusuf.

DKI Dinilai Perlu Terapkan Program Tangkap Air Hujan

Tidak hanya itu, pembangunan waduk juga akan di bangun dua wilayah lainnya, yaitu Jakarta Timur dan Jakarta Selatan. "Tahun ini kan ada lima waduk yang kita bangun. Di timur ada, di selatan ada. Utara kan kita bangun Waduk Marunda dan Kamal. Di Jakarta Selatan kita bangun Waduk Brigif sama Lebakbulus di belakang rumah Gubernur,” terang Juaini Yusuf.

Sepanjang tahun 2020, lanjut Juani Yusuf, Pemprov DKI akan fokus pada pelaksanaan program naturalisasi Waduk Brigif (Aliran Kali Krukut), Waduk Pondok Ranggon (Aliran Kali Sunter), Waduk Cimanggis (Aliran Kali Cipinang). Tiga waduk ini akan dibangun tahun ini untuk memperbanyak tampungan air.

Pada tahun 2019, Dinas SDA DKI telah melakukan naturalisasi di lima waduk, yakni Waduk Pondok Ranggon, Waduk Kampung Rambutan ada dua lokasi, Waduk Cimanggis dan Waduk Sunter. Meski, kelima waduk ini rata-rata sudah selesai pembangunan fisiknya 100 persen, fisiknya masih membutuhkan tahap perapihan, sehingga dilanjutkan di tahun 2020.

Laju Penurunan Air Tanah di Jakarta Bisa Diperlambat

"Sekarang sih ya rata-rata sudah 100 persen. Sudah berfungsi untuk menampung air, hanya kan ada perapihan-perapihan yang kemarin belum selesai. Makanya dilanjutkan di tahun ini. Nah di tahun 2020, kita tambah satu naturalisasi waduk yang baru yaitu Waduk Brigif,” jelas Juaini.

Tak berhenti disitu, lanjut Juaini Yusuf, pihaknya juga membangun sebanyak mungkin sumur serapan sebagai lumbung air di lima wilayah DKI Jakarta. Bila tahun lalu, pihaknya bisa membangun 1.200 sumur serapan dari target 1.000 sumur serapan, maka tahun ini ditargetkan dapat membangun 3.000 sumur serapan di lima wilayah DKI Jakarta.

"Tahun ini kita targetkan tiga kali lipatnya, 3.000 sumur serapan. Kita sudah masukkan dalam e-katalog. Jadi enggak perlu lelang lagi. Sehingga pembangunannya tidak perlu lama-lama lagi. Bisa cepat,” ungkap Juaini Yusuf.

Sumur serapan akan dibangun per kecamatan di lima wilayah DKI Jakarta, dengan alokasi anggaran sekitar Rp 100 miliar untuk lima wilayah tersebut.

"Kita cari lokasi yang bisa dibikin sebagai tempat sumur resapan air, atau vertical draine. Kita cari posisi lokasi yang airnya tidak begitu ada, baru kita bikin sumur serapan. Pokoknya vertical draine jalan, waduk jalan. Semua kita kerjakan, tidak milih-milih,” tegas Juaini.



Sumber: BeritaSatu.com