Dinas SDA Ungkap Alasan 4 Lokasi di Jakut Dibiarkan Tergenang

Dinas SDA Ungkap Alasan 4 Lokasi di Jakut Dibiarkan Tergenang
Ilustrasi genangan di Jakarta ( Foto: istimewa )
Lenny Tristia Tambun / FER Minggu, 26 Januari 2020 | 20:44 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA), DKI Juaini Yusuf membenarkan ada empat wilayah di Jakarta Utara yang memang sengaja dibiarkan tergenang banjir. Pasalnya, air laut sedang pasang, sehingga air banjir sulit dialirkan ke laut.

Pemkot Jakut Sengaja Buat Tergenang Wilayah Lewat Program Gela

Adapun keempat lokasi yang dijadikan daerah penampungan air banjir selama air laut pasang adalah Marunda, Kebantenan, Rorotan dan Semper Timur. Keempat lokasi ini merupakan wilayah yang bukan padat penduduk

"Tidak, bukan sengaja. Kan tadi air laut lagi pasang. Air sungai yang mau dialirkan masuk ke laut kan jadi terhambat. Karena air lautnya lagi tinggi. Jadi air melimpas ke wilayah tersebut, karena memang enggak bisa dibuang ke laut,” kata Juaini Yusuf, Minggu (26/1/2020).

Selain keempat wilayah di Jakarta Utara yang dijadikan tempat penampungan genangan air, Juaini Yusuf mengatakan taman-taman yang berada di lima wilayah DKI Jakarta juga dijadikan tempat penampungan air hujan.

Bangun 3.000 Sumur Serapan, DKI Anggarkan Rp 100 Miliar

Taman-taman terbuka biasanya dibiarkan tergenang air hujan, karena untuk menyerapkan air hujan ke tanah membutuhkan waktu cukup lama. "Memang biasanya di taman. Kan taman-taman itu sebagian bejar dijadikan tempat penampungan air juga," jelas Juaini Yusuf.

Juaini Yusuf mengungkapkan, puncaknya air pasang laut atau rob terjadi pada Jumat (24/1/2020). Berdasarkan pantauan di lapangan, air kali atau sungai sudah tinggi dan meluap ke jalan. Sebab, ketika ingin dibuang ke laut, air laut sedang pasang.

"Tetapi begitu air pasang lautnya surut, ya mulai berangsur-angsur surut banjirnya, karena sudah bisa dibuang ke laut,” paparnya.

Karena itu, pihaknya sudah menyiapkan pompa air untuk melakukan penyedotan air banjir begitu air laut pasang surut.

"Tetap kita operasikan pompa air. Yang penting hidup dulu pompa airnya. Kan kemarin air pasang laut surut jam 12.00. Jadi kita enggak biarin daerah itu tergenang air terus. Petugas sudah kerja, pompa tetap beroperasi,” tukas Juaini Yusuf.



Sumber: BeritaSatu.com