DKI Batalkan Penunjukan Donny Andy Saragih Sebagai Dirut PT Transjakarta

DKI Batalkan Penunjukan Donny Andy Saragih Sebagai Dirut PT Transjakarta
Serah terima jabatan Direktur Utama (Dirut) PT Transjakarta, dari Agung Wicaksono (batik biru) kepada Donny Andi Saragih, Kamis, 23 Januari 2020. ( Foto: Beritasatu Photo / Lenny Tristia Tambun )
Lenny Tristia Tambun / JAS Senin, 27 Januari 2020 | 15:00 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Setelah ada laporan masyarakat kepada Ombudsman Perwakilan Jakarta Raya bahwa Direktur Utama (Dirut) PT Transjakarta Donny Andy S Saragih masih berstatus terpidana, akhirnya Pemprov DKI membatalkan penunjukkan Donny.

Kepala Badan Pembina BUMD Faisal Syafruddin mengatakan pembatalan penunjukan Donny sebagai Dirut PT Transjakarta pada Senin (27/1/2020). Keputusan itu diambil melalui mekanisme keputusan para pemegang saham di luar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Transjakarta merujuk pada Peraturan Pemerintah Nomor 54 tahun 2017 tentang Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

“Pembatalan ini dilakukan karena Donny Saragih, yang selama ini menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta (2017-2022), terbukti telah menyatakan hal yang tidak benar untuk kepentingannya dalam mengikuti proses seleksi sebagai direksi BUMD,” kata Faisal Syafruddin, Senin (27/1/2020).

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 54 tahun 2017 tentang Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Peraturan Gubernur Nomor 5 tahun 2018 tentang Tata Cara Pengangkatan Direksi, tiap calon direksi harus mengikuti Uji Kompetensi dan Keahlian dan harus terbukti “Cakap Melakukan Perbuatan Hukum” dengan membuat Surat Pernyataan Cakap Melakukan Perbuatan Hukum.

Walaupun Donny Saragih telah mengikuti Uji Kompetensi dan Keahlian dan lolos untuk posisi direksi di BUMD Pemprov DKI Jakarta, namun pernyataan yang ditandatangani oleh yang bersangkutan bahwa tidak pernah dihukum (butir 2 Surat Pernyataan) ternyata tidak sesuai dengan kondisi yang sebenarnya.

Pada Sabtu 25 Januari 2020, BP BUMD menerima laporan tentang status hukum Donny Saragih, kemudian melakukan verifikasi dan terbukti laporan tersebut benar.

“Lalu pada Senin pagi, 27 Januari 2020, langsung dilakukan keputusan pembatalan keputusan para pemegang saham di luar Rapat Umum Pemegang Saham tanggal 23 Januari 2020,” jelas Faisal Syafruddin.

Menurutnya, keputusan tersebut diambil sebagai bagian dari pelaksanaan tugas BP BUMD sebagai satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang memiliki fungsi untuk melakukan pembinaan terhadap BUMD.

Keputusan para pemegang saham di luar RUPS tersebut adalah membatalkan keputusan para pemegang saham di luar RUPS tanggal 23 Januari 2020.

Lalu, menerima pengunduran diri dan memberhentikan dengan hormat Dirut PT Transjakarta saudara Agung Wicaksono

Kemudian mengangkat saudara Yoga Adiwinarto sebagai Pelaksana Tugas Direktur Utama PT Transjakarta.

“Jadi segala keputusan yang diambil dalam surat keputusan para pemegang saham di luar RUPS PT Transjakarta tanggal 23 Januari 2020 dinyatakan batal,” tukas Faisal Syafruddin.



Sumber: BeritaSatu.com