Bajing Loncat di Jakut Manfaatkan Kemacetan

Bajing Loncat di Jakut Manfaatkan Kemacetan
Pelaku bajing loncat yang bermodus mengambil alat dongkrak, ban dalam, dan tali derek di Jalan Cakung Cilincing Kebon Baru Jakarta Utara diamankan Polres Metro Jakarta Utara, Senin (27/1/2020) sore. ( Foto: Beritasatu Photo / Carlos Roy Fajarta Barus )
Carlos Roy Fajarta / WBP Senin, 27 Januari 2020 | 20:14 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - MD (19) dan DP (15) dua pelaku bajing loncat yang kerap beraksi di Jalan Cakung Cilincing, Jakarta Utara akhirnya berhasil diamankan polisi pada Minggu (26/1/2020).

"Kita bergerak cepat setelah ada rekaman aksi keduanya pada Kamis (23/1/2020) yang direkam netizen dan viral di media sosial. Mereka sudah mengincar titik penyimpanan ban dalam dan dongkrak di kolong truk kontainer," ujar Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Budhi Herdi Susianto, Senin (27/1/2020).

Ia menyebutkan modus tersangka yakni masuk ke kolong truk dan mengambil barang-barang seperti dongkrak, hingga ban dalam. Barang itu dijatuhkan ke jalan kemudian diambil dan dijual ke penadah.

"Kita melakukan pengecekan di sekitar TKP 9tempat kejadian perkara). Pelaku diamankan kemarin sekitar jam 16.30 di Kebon Baru. MD alias BD dia yang terlihat wajahnya sedangkan DP pelajar SD berusia 15 tahun, sudah tidak naik kelas tiga kali," tambah Budhi Herdi Susianto.

Dikatakannya, MD merupakan residivis dan pernah diproses untuk kasus lain pencurian sejenis. Sedangkan DP sudah dua kali melakukan kasus yang sama.

"Barang dijual kepada penadah LD dimana dua buah tekel dan satu dongkrak yang menjadi barang bukti dijual dengan harga Rp 50.000 untuk dongkrak, Rp 25.0000 untuk tekel, dan Rp 10.000 untuk ban dalam yang dijual ke DN," kata Budhi Herdi Susianto.

Sementara Kasat Reskrim Kompol Wirdhanto Hadicaksono menyebutkan keduanya diancam Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan dengan ancaman 9 tahun penjara dan Pasal 480 KUHP untuk penadah dengan ancaman 4 tahun penjara.

"Mereka mengincar saat jam-jam sibuk di pagi hingga sore hari. Kalau kita lihat dari videonya, para pelaku mengincar jam sibuk macet dan sudah mempelajari lokasi penyimpanan barang di kolong truk kontainer. Hasil penjualan mereka gunakan untuk bermain video game dan berfoya-foya," kata Wirdhanto Hadicaksono.



Sumber: Suara Pembaruan