Komplotan Pembobol Rumah Kosong Diciduk Polisi

Komplotan Pembobol Rumah Kosong Diciduk Polisi
Kapolrestro Bekasi Kota, Kombes Pol Wijanarko, menjelaskan tentang kasus pembobolan rumah yang ditinggal pergi pemiliknya, Senin 27 Januari 2020. ( Foto: Beritasatu Photo / Mikael Niman )
Mikael Niman / JAS Senin, 27 Januari 2020 | 22:53 WIB

Bekasi, Beritasatu.com - Jajaran Polsek Bekasi Timur, Polrestro Bekasi Kota menangkap komplotan pelaku pencurian rumah kosong. Tiga dari lima pelaku diamakan polisi, sedangkan dua pelaku lainnya masih dalam pengejaran polisi.

"‎Dari tiga pelaku yang diamankan, satu pelaku di antaranya pernah bekerja di rumah korban sebagai sopir pribadi," ujar Kapolrestro Bekasi Kota, Kombes Pol Wijanarko, Senin (27/1/2020).

Dia menjelaskan, pengungkapan kasus pencurian bermula saat rumah korban, GY, di Jalan Kemang Anyelir 3 Blok AC Kelurahan Bojong Rawalumbu, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi disatroni maling, pada 8 September 2019 lalu. Kemudian korban melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Bekasi Timur.

"Kemudian, Tim Buser Polres Metro Bekasi Kota melakukan observasi dan menangka[ para pelaku di waktu dan tempat yang berbeda," ujarnya.

Ketiga pelaku yang ditangkap yakni Bayu Prasetyo alias Botek, Sopian alias Piong dan Welly Iskandar alias Welly‎. Sedangkan, dua tersangka lainnya masuk daftar pencarian orang (DPO) yakni Udin dan Rahmat. "Tersangka ‎S alias Piong merupakan residivis," tuturnya.

Dari tangan pelaku, polisi menyita barang bukti berupa tiga unit telepon seluler, satu unit mobil Daihatsu Xenia yang digunakan pelaku beraksi, linggis, pisau, obeng yang digunakan pelaku untuk mencongkel pintu rumah korban.

"Pelaku masuk ke rumah korban dengan cara mencongkel pintu rumah menggunakan linggis," katanya.

Setelah berhasil masuk ke dalam rumah, para pelaku menggasak barang-barang berharga berupa perhiasan emas, kunci kontak sepeda motor, jam tangan, bernilai ‎puluhan juta rupiah. "Hasil curian telah dibagi rata oleh pelaku," imbuhnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, para ‎pelaku dijerat Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara. 



Sumber: Suara Pembaruan