Polda Metro Masih Selidiki Kasus Dugaan Penipuan Eks Dirut Transjakarta

Polda Metro Masih Selidiki Kasus Dugaan Penipuan Eks Dirut Transjakarta
Donny Andy S Saragih (kiri) dan Agung Wicaksono. ( Foto: Beritasatu Photo / Lenny Tristia Tambun )
Bayu Marhaenjati / CAH Selasa, 28 Januari 2020 | 13:47 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Mantan Direktur Utama (Dirut) PT Transjakarta Donny Andy S Saragih, ternyata masih tersangkut kasus dugaan penipuan dan penggelapan. Polda Metro Jaya, sedang melakukan penyelidikan terkait perkara dengan kerugian diduga sebesar Rp 1,4 miliar itu.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus mengatakan, perkara ini dilaporkan pengacara bernama Artanta Barus mewakili pendiri Lorena Grup Gusti Terkelin Soerbakti, dengan nomor laporan: LP/5008/IX/2018/PMJ/Ditreskrimum, tertanggal 18 September 2018, terkait kasus dugaan penipuan dan penggelapan yang diatur dalam Pasal 378 dan 372 KUHP.

Menurut Yusri, terlapornya antara lain, Donny yang ketika itu menjabat sebagai salah satu petinggi PT Eka Sari Lorena Transport, dan dua staf keuangan Agus dan Sunani.

"Dia dilaporkan penipuan dan penggelapan, ada tiga orang terlapornya, pada tahun 2018. Sampai saat ini masih tahap penyelidikan karena memang ada beberapa, termasuk satu saksi kunci yang masih belum kita dapat alamatnya. Masih kita gali, juga mengklarifikasi," ujar Yusri, Selasa (28/1/2020).

Dikatakan Yusri, penyidik sudah dua kali memanggil Donny, namun belum juga hadir atau memenuhi panggilan penyidik untuk dimintai keterangan. Sementara, dua staf keuangan sudah diperiksa.

Soal Pidana Penipuan, Ini Penjelasan Donny Andy Saragih

"Sampai dengan saat ini, belum hadir sudah panggilan kedua. Ada alamatnya yang coba didalami karena berbeda dengan KTP yang ada," ungkapnya.

Yusri menyampaikan, status Donny masih terlapor. Penyidik masih akan melakukan pemeriksaan untuk mengumpulkan keterangan, termasuk bukti-bukti dalam penyelidikan.

"Kita masih klarifkasi. Nanti jika ada bukti-bukti akan kita gelar. Kalau nanti hasil gelar memenuhi unsur di 372, 378 (KUHP) tentang penipuan dan penggelapan baru naik ke penyidikan, baru kita akan panggil lagi untuk BAP," katanya.

Menyoal kasus penipuan ini terkait apa, Yusri menjelaskan, soal pembayaran denda operasional bus Lorena selaku operator Transjakarta, sebesar Rp 14 miliar.

"Ada delapan cek yang nyatanya kosong semua, total sekitar Rp 1,4 miliar dan dilaporkan oleh korban. Itu untuk pembayaran denda terkait operasional busway sebesar Rp 1,4 miliar," tandasnya.

Pembatalan Donny Jadi Dirut TJ Tidak Hentikan Pemeriksaan Ombudsman

Diketahui, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, membatalkan pengangkatan Donny Andy S Saragih sebagai Direktur Utama PT Transjakarta, menyusul adanya laporan masyarakat kepada Ombusdman Perwakilan Jakarta kalau yang bersangkutan masih berstatus terpidana kasus penipuan.

Berdasarkan informasi, perkara itu bermula ketika pendiri Lorena Grup Gusti Terkelin Soerbakti, melaporkan Donny dan seseorang bernama Orman Tambunan, ke Polres Metro Jakarta Pusat, pada November 2017 lalu. Pasca-penyelidikan dan penyidikan, kasusnya naik ke persidangan dengan nomor registrasi 490/Pid.B/2018/PN Jkt.Pst.

Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, kemudian menyatakan Donny serta Andi bersalah, dan divonis satu tahun penjara dan menetapkan agar para terdakwa ditahan dalam tahanan kota, tanggal 15 Agustus 2018.

Merespon putusan itu, Jaksa Penuntut Umum melakukan banding, dan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta menerima serta menguatkan putusannya dengan meminta kedua terpidana tetap berada di dalam tahanan.

Sejurus kemudian, Donny dan Andi mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung. Namun, majelis hakim dalam putusan kasasi Nomor 100 K/PID/2019 tertanggal 12 Februari 2019, menolak permohonan Donny dan Andi, kemudian menjatuhkan hukuman pidana dua tahun penjara kepada keduanya.



Sumber: BeritaSatu.com