Pakar LIPI: Jakarta Butuh Banyak Lumbung Air

Pakar LIPI: Jakarta Butuh Banyak Lumbung Air
Prof Gadis Sri Haryani, Pakar perairan darat Pusat Penelitian Limnologi LIPI ( Foto: Beritasatu TV )
Aichi Halik / AHL Selasa, 28 Januari 2020 | 21:05 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pakar perairan darat Pusat Penelitian Limnologi LIPI, Prof Gadis Sri Haryani, mendukung upaya Pemprov DKI Jakarta untuk membangun lebih banyak waduk dan sumur serapan dalam bentuk Gerakan Lumbung Air (Gela).

Menurutnya, langkah Pemprov DKI itu bisa mengendalikan banjir dan meningkatkan volume persediaan air tanah sesuai karakteristik masing-masing wilayah.

"Tiga wilayah yakni Jakarta Timur, Jakarta Utara, dan Jakarta Barat lebih cocok untuk waduk-waduk, sementara Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan lebih cocok untuk sumur resapan atau biopori karena dilihat dari segi topografi dan karakteristik tanahnya," kata Gadis dalam acara Lunch Talk BeritaSatu News Channel di Jakarta, Selasa (28/1/2020).

Gadis membenarkan bahwa Jakarta Utara memang cocok sebagai waduk atau tempat penampungan air, baik untuk pencegahan banjir maupun sebagai persediaan air tanah.

"Tapi jangan lupa ada juga situ-situ atau danau-danau buatan yang sudah ada sejak dulu, yang kemudian akhir-akhir ini direvitalisasi guna memanfaatkan situ-situ ini untuk menampung air ketika musim hujan. Itu harus dirawat," ujar Gadis.

Sepanjang tahun 2020, Pemprov DKI Jakarta akan fokus pada pelaksanaan program naturalisasi Waduk Brigif (Aliran Kali Krukut), Waduk Pondok Ranggon (Aliran Kali Sunter), Waduk Cimanggis (Aliran Kali Cipinang). Tiga waduk ini akan dibangun tahun ini untuk memperbanyak tampungan air.

Khusus di Jakarta Utara, akan dibangun waduk sebagai tempat penampungan atau penangkapan air di Marunda dan Kamal.

Pada tahun 2019, Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI telah melakukan naturalisasi di lima waduk, yakni Waduk Pondok Ranggon, Waduk Kampung Rambutan ada dua lokasi, Waduk Cimanggis dan Waduk Sunter. Meski, kelima waduk ini rata-rata sudah selesai pembangunan fisiknya 100 persen, fisiknya masih membutuhkan tahap perapihan, sehingga dilanjutkan di tahun 2020.



Sumber: BeritaSatu TV