Pelaku Sayat Leher Penumpang Transjakarta Ditangkap

Pelaku Sayat Leher Penumpang Transjakarta Ditangkap
Ilustrasi ( Foto: Istimewa )
Bayu Marhaenjati / JAS Selasa, 28 Januari 2020 | 23:50 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Polsek Metro Tamansari, membekuk YAT alias YHY (37), pelaku tindakan penganiayaan dengan modus menyayat leher korban NGT (25), seorang perempuan penumpang bus Transjakarta, di Jembatan Penyeberangan Orang atau Halte Olimo, Tamansari, Jakarta Barat, Minggu (26/1/2020) lalu.

"Alhamdulillah sudah ditangkap nggak jauh di sekitar TKP juga. Pelaku merupakan seorang perempuan berinisial YAT," ujar Kapolsek Metro Tamansari AKBP Abdul Ghafur, Selasa (28/1/2020).

Dikatakan Abdul, berdasarkan hasil penyelidikan pelaku YAT merupakan tunawiswa atau tidak memiliki pekerjaan tetap, dan diduga sedang mengalami depresi.

"Pelaku diduga menyayat leher korban dengan menggunakan kuku bagian telunjuk," ungkapnya.

Abdul mengimbau, kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak takut menggunakan angkutan umum serta jembatan penyeberangan. Polisi akan terus menggelar patroli untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat saat menggunakan fasilitas umum.

"Kami dari pihak kepolisian mengoptimalkan upaya preventif guna menjamin keamanan dan kenyamanan. Apabila menjadi korban atau mengetahui adanya peristiwa kejahatan segera lapor sehingga bisa cepat ditangani," katanya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Metro Tamansari Kompol Rango Siregar mengungkapkan, penyidik berhasil mengetahui dan menangkap pelaku berdasarkan informasi dari saksi warga, keterangan korban dan rekaman kamera pengawas alias CCTV di sekitar lokasi.

"Sampai dengan saat ini, berdasarkan hasil interogasi kepada pelaku yang sempat berubah-ubah, diketahui bahwa pelaku melakukan hal tersebut secara spontan dikarenakan depresi yang dialaminya," jelasnya.

Menurut Ringo, penyidik akan membawa pelaku untuk menjalani pemeriksaan kejiwaan ke Rumah Sakit Bhayangkara Polri Raden Said Sukanto, Kramat Jati, Jakarta Timur.

"Pelaku akan dibawa ke RS Polri untuk dilakukan observasi melalui dokter kejiwaan. Atas perbuatannya pelaku akan dijerat dengan Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan," katanya.

Sebelumnya diketahui, informasi tentang seorang perempuan berinisial NGT mengalami penganiayaan dengan luka sayatan di bagian leher, di JPO atau Halte Transjakarta Olimo, viral di media sosial. Awalnya, korban mengira disayat menggunakan silet. Namun, belakangan diketahui pelaku menganiaya menggunakan kuku jari.



Sumber: BeritaSatu.com