Wartawan Dianiaya di Daan Mogot, Polisi Tangkap 8 Pelaku

Wartawan Dianiaya di Daan Mogot, Polisi Tangkap 8 Pelaku
Ilustrasi ( Foto: Istimewa )
Bayu Marhaenjati / FMB Rabu, 29 Januari 2020 | 21:21 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Seorang wartawan atas nama Yohanes Riadi alias Yori, babak belur setelah dikeroyok sekelompok orang di Jalan Daan Mogot KM 11, Kedaung Kali Angke, Cengkareng, Jakarta Barat. Sebanyak delapan orang pelaku berhasil ditangkap polisi.

"Ada delapan orang ya, sudah kami amankan," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus, Rabu (29/1/2020).

Dikatakan Yusri, peristiwa penganiayaan itu, terjadi sekitar pukul 13.25 WIB. Korban yang merupakan wartawan media Tribratanews itu, dikeroyok 10 orang diduga calo Surat Izin Mengemudi (SIM), dan mengalami luka memar pada kepala bagian belakang, dahi, hidung berdarah, serta dada

"Para pelaku diduga kesal setelah korban melaporkan perbuatan dua orang diduga calo ke petugas," ungkapnya.

Yusri menyampaikan, peristiwa itu bermula ketika korban Yori datang untuk membuat SIM C ke Satpas SIM Daan Mogot. Kemudian, ada dua orang tidak dikenal menawari jasa pembuatan SIM, namun ditolak korban. Kemudian, korban melaporkan kedua orang itu ke petugas.

"Setelah membuat SIM, korban ke kantin. Saat duduk, ada satu orang terlihat menatap korban," katanya.

Menurut Yusri, korban kemudian pulang dengan mengendarai sepeda motor, sekitar pukul 13.15 WIB. Setelah keluar dari Satpas SIM, korban seperti diikuti beberapa sepeda motor. Sejurus kemudian, korban dipepet hingga berhenti di pinggir Jalan Daan Mogot. Salah satu pelaku pun menanyakan kenapa korban melapor ke petugas.

"Korban kemudian dikeroyok hingga tersungkur di got. Selanjutnya, pelaku melarikan diri," tandasnya.

Sementara itu, Kapolsek Cengkareng Kompol Khoiri mengatakan, delapan orang yang diamankan berinisial S, E, A, M, I, A, J dan M. Mereka ditangkap tak jauh dari TKP. "Iya diamankan nggak jauh dari lokasi kejadian," jelasnya.

Khoiri belum bisa memastikan apakah para pelaku merupakan calo pembuatan SIM di Satpas SIM Daan Mogot atau bukan.

"Mereka belum mengaku calo ya, tapi masih kita tanya-tanya dulu, termasuk saksi-saksi di sekitar apakah orang ini sering di sini atau tidak," katanya.



Sumber: BeritaSatu.com