PT MRT Targetkan 100.000 Penumpang per Hari

PT MRT Targetkan 100.000 Penumpang per Hari
Rangkaian kereta MRT melintas di bawah Halte Transjakarta Centrale Stichting Wederopbouw (CSW) koridor 13 di Jakarta, Selasa (31/12/2019). Pemprov DKI Jakarta akan melakukan pengerjaan fisik desain ulang Halte CSW yang belum difungsikan tersebut dengan konsep terintegrasi Stasiun MRT ASEAN. ( Foto: ANTARA FOTO / Aprillio Akbar )
Lenny Tristia Tambun / FMB Kamis, 30 Januari 2020 | 20:14 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Setelah berhasil melampui target penumpang di tahun 2019, dari awalnya 65.000 per hari menjadi rata-rata per hari 95.000 per hari, pada tahun 2020 ini PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta menargetkan jumlah penumpang mencapai 100.000 per hari.

Direktur Utama (Dirut) PT MRT Jakarta William Sabandar mengatakan banyak pencapaian di tahun 2019 yang diraih perusahaannya. Salah satunya adalah telah selesainya pengerjaan konstruksi fisik MRT dan dapat dioperasikan secara komersial pada 1 April 2019.

“Di tahun 2019, PT MRT Jakarta telah menyelesaikan konstruksi fisik Fase I, Lebak Bulus ke Bundaran HI. Lalu mulai beroperasi. Ketika beroperasi kita targetkan dapat penumpang 65.000 per hari. Di akhir tahun, tercatat jumlah penumpang mencapai 95.000 per hari,” kata William Sabandar dalam acara Forum Jurnalis MRT Jakarta di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (30/1/2020).

Untuk tahun ini, pihaknya meningkatkan target penumpang menjadi 100.000 per hari. Ia optimistis target tersebut sudah dapat tercapai pada bulan ketiga tahun 2020 ini.

“Kalau ridership 100.000, saya berharap mulai bulan Maret, rata-rata jumlah penumpang 100.000 dapat tercapai. Kalau Januari mungkin 90.000, Februari naik 95.000 penumpang per hari,” ujar William Sabandar.

Meski diakuinya, berdasarkan pengalaman tahun lalu, ada bulan-bulan yang mengalami penurunan jumlah penumpang, tetapi ia optimistis rata-rata jumlah penumpang mampu melampui target, atau paling tidak total jumlah penumpang di sepanjang tahun 2020 bisa mencapai 3,65 juta orang, meningkat dari total jumlah penumpang pada tahun 2019 yang mencapai 2,4 juta orang.

Agar target itu tercapai, lanjutnya diperlukan upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI untuk mampu membuat masyarakat beralih menggunakan transportasi publik seperti MRT Jakarta.

Beberapa kebijakan Pemprov DKI yang sedang ditunggu PT MRT Jakarta adalah menaikkan tarif parkir dan memperbanyak Park and ride.

“Kita menunggu kebijakan Pemprov DKI untuk menaikkan tarif parkir dan mengurangi area parkir di kawasan sepanjang Jalan Sudirman hingga Thamrin. Dibarengi dengan penyiapan lebih banyak jalur park and ride,” terang William Sabandar.

Saat ini, PT MRT Jakarta sedang menjajaki kerja sama dengan Pusat Pengelola Kawasan (PPK) Gelora Bung Karno (GBK). Agar area parkir timur Senayan bisa dijadikan area Park and ride.

“Jadi warga yang ingin ke pusat kota, Jalan Sudirman dan Thamrin, tinggal memarkirkan kendaraan pribadinya di parkir timur Senayan. Lalu melanjutkan perjalanan dengan MRT. Dengan begitu akan membantu pencapaian target 100.000 penumpang per hari,” papar William Sabandar.

Pencapaian target itu, William Sabandar harapkan juga dapat tercapai melalui integrasi moda ditambah dengan perbaikan jaringan jalan dan trotoar di Jakarta.

“Lima bulan ke depan ini, kita akan fokus untuk perbaikan jaringan jalan dan trotoar plus jalur sepeda di sepanjang lima stasiun layang MRT. Ini akan dikerjakan Dinas Bina Marga DKI,” ungkapnya.



Sumber: BeritaSatu.com