DKI Patuhi Aturan Penggantian Pohon di Area Revitalisasi Monas

DKI Patuhi Aturan Penggantian Pohon di Area Revitalisasi Monas
Pengerjaan proyek revitalisasi sisi Selatan Monumen Nasional Jakarta akhirnya berhenti sementara mulai hari ini, Rabu (29/1/2020). ( Foto: Beritasatu.com / Yustinus Paat )
Lenny Tristia Tambun / FER Selasa, 4 Februari 2020 | 17:32 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sekretaris Daerah (Sekda) DKI, Saefullah, menyatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI sedang melakukan proses penanaman pohon baru di area Revitalisasi Monas. Ada sebanyak 300 pohon baru yang akan ditanam untuk menggantikan 191 pohon yang ditebang.

Area Revitalisasi Monas Kembali Ditanami Pohon

"Per hari Minggu sore, sudah ada 300 pohon lebih di kawasan Monas dan sekitarnya sebagai pohon pengganti. Jadi menebang pohon itu bukan pohon di surga. Ini pohon di dunia, kalau ditebang harus diganti,” kata Saefullah seusia menghadiri Peresmian Pelayanan Terpadu Kanker di RSCM, Jakarta Pusat, Selasa (4/2/2020).

Saefullah mengungkapkan, ada rumus untuk pergantian ratusan pohon yang terkena proyek Revitaliasi Monas. Rumusnya, kalau pemerintah yang melakukan penebangan, maka satu pohon yang ditebang harus diganti tiga pohon

"Kalau masyarakat yang menebang, harus ganti satu pohon dengan 10 pohon. Kalau pemerintah, satu pohon yang ditebang wajib diganti 3 kali lipat. Satu banding 3, begitu aturannya. Dan itu yang sedang kita kerjakan sekarang,” terang Saefullah.

Kisruh Revitalisasi Monas, Ombudsman: Semua Salah

Ketika ditanya apakah penanaman pohon kembali di area Revitalisasi Monas atas perintah Menteri Sekretaris Negara, Saefullah enggan berkomentar lebih lanjut. Ia hanya mengatakan Pemprov DKI mengikuti aturan yang sudah ada saja.

"Iya. Kompensasi. Sudah ada dari aturan. Sebab penebangan pohon, dipindahkan adalah hal yang tidak bisa dihindari,” tukasnya.



Sumber: BeritaSatu.com