Pinjaman Usaha Akseleran di Bekasi Tumbuh 414%

Pinjaman Usaha Akseleran di Bekasi Tumbuh 414%
Pinjaman usaha Akseleran kepada UKM di Kota dan Kabupaten Bekasi tumbuh hingga 414 persen pada 2019 lalu. (Foto: Beritasatu Photo / Mikael Niman)
Mikael Niman / FER Selasa, 4 Februari 2020 | 21:20 WIB

Bekasi, Beritasatu.com - Tren pertumbuhan Akseleran sebagai Fintech Peer to Peer (P2P) Lending yang menyalurkan pinjaman bagi pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) semakin meningkat.

Hingga akhir Desember 2019, total pinjaman usaha Akseleran di Kota dan Kabupaten Bekasi tumbuh hingga 414 persen dibandingkan periode yang sama di 2018, atau mencapai sekitar Rp 80 miliar.

Senior Vice President Corporate Communication Akseleran, Rimba Laut, mengatakan, pertumbuhan di Kota dan Kabupaten Bekasi mampu mendominasi pertumbuhan perusahaan secara keseluruhan di Provinsi Jawa Barat.

Sepanjang tahun 201 dari Kabupaten Bekasi memberikan kontribusi terbesar untuk penyaluran pinjaman usaha sebanyak 26 persen atau sebesar Rp 41,4 miliar dan berikutnya adalah Kota Bekasi sebanyak 23 persen atau sebesar Rp 36,5 miliar.

"UKM di Bekasi tiap tahun terus mengalami penambahan dari sisi jumlahnya. Kami berharap dengan kehadiran Akseleran yang memberikan kemudahan akses pinjaman usaha bagi UKM yang berbasiskan invoice financing dan pra-invoice financing dapat membantu lebih banyak lagi para pelaku usaha untuk memperoleh tambahan modal," ujar Rimba Laut, Selasa (4/2/2019).

Menurutnya, UKM merupakan salah satu lini penting dalam struktur perekonomian Tanah Air dan memiliki peran strategis untuk menggerakkan roda ekonomi Indonesia.

Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM mencatat jumlah pelaku UKM di negeri ini mencapai 59,2 juta dengan 3,79 juta di antaranya sudah memanfaatkan platform online dalam produk mereka, termasuk menggunakan Akseleran.

"Khusus Jabar, wilayah lain yang masuk Top 5 setelah Bekasi dalam penyaluran pinjaman usaha Akseleran adalah Kota Depok sebesar Rp 31,5 miliar (20 persen), Kabupaten Bandung Rp 26,5 miliar (17 persen), dan Kabupaten Sukabumi Rp 5 miliar (3 persen)," tuturnya.

Akseleran berhasil menyalurkan pinjaman usaha sebesar Rp160 miliar di Jabar pada 2019 dan menjadi provinsi kedua terbesar secara nasional atau memberikan kontribusi sebanyak 17 persen setelah DKI Jakarta (44 persen) dan yang ketiga adalah Banten (6 persen]).

Di samping itu, Rimba menyampaikan, Akseleran sebagai Fintech P2P Lending yang sudah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) saat ini menyalurkan pinjaman usaha kepada UKM berbasiskan invoice financing dan pra-invoice financing dengan minimal sebesar Rp 200 juta hingga Rp 2 miliar.



Sumber: Suara Pembaruan