Rekonstruksi Penyiraman Novel Baswedan Peragakan 10 Adegan
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Rekonstruksi Penyiraman Novel Baswedan Peragakan 10 Adegan

Jumat, 7 Februari 2020 | 09:21 WIB
Oleh : Bayu Marhaenjati / CAH

Jakarta, Beritasatu.com -Penyidik Polda Metro Jaya menggelar rekonstruksi kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan, di Jalan Deposito Blok T Nomor 8, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Ada 10 adegan reka ulang dalam rekonstruksi yang digelar sekitar pukul 03.00 hingga 06.00 WIB dini hari tadi.

"Ada 10 adegan dan ada beberapa adegan tambahan sesuai dengan pembahasan tadi di lapangan dengan rekan-rekan JPU. Ini (rekonstruksi) dalam rangka memenuhi petunjuk dari JPU, dalam P19-nya, ini kami lakukan sesuai dengan apa yang sudah kami bahas sebelumnya," ujar Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP Dedy Murti Haryadi, Jumat (7/2/2020).

Dikatakan Dedy, rekonstruksi ini digelar dalam rangka pemenuhan persyaratan administrasi baik formil maupun materil dalam berkas perkara yang sudah dikirimkan sebelumnya kepada JPU, kemudian dikembalikan untuk dilengkapi atau P19.

"Intinya supaya alat bukti dan keterangan para saksi dan tersangka dapat kami uji di lapangan. Selanjutnya berkas perkara yang sudah kami lengkapi akan kami kirim kembali ke rekan-rekan di Kejaksaan Tinggi DKI," ungkapnya.

Masa Penahanan Dua Tersangka Kasus Novel Diperpanjang

Dedy menyampaikan, rekonstruksi yang berlangsung tertutup itu diikuti dua tersangka RB dan RM. Sementara itu, Novel tidak mengikuti kegiatan rekonstruksi.

"Kami mendapatkan informasi dari salah satu kuasa hukumnya yang menyatakan bahwa yang bersangkutan (Novel) sedang berada di Singapura. Maka dari itu kami putuskan, karena memang kegiatan ini nggak bisa kami tunda dan harus kami laksanakan karena terikat waktu masa pemberkasan dan penahanan, kami laksanakan dan memang sudah kami siapkan pemeran pengganti," katanya.

"Namun ternyata pada saat pelaksanaan di lokasi tadi, di TKP, kebetulan kami juga melihat ada pak Novel dalam hal ini korban melintas dan sempat rekan-rekan penyidik dan JPU mempertanyakan serta menyampaikan kegiatan ini tetap kami laksanakan dengan pemeran pengganti, sehingga prosesnya harus legitimasi dan memiliki kekuatan hukum sebagai alat bukti," tambahnya.

Menurut Dedy, penyidik akan berkomunikasi kembali untuk memastikan kenapa Novel tidak mengikuti rekonstruksi.

"Ya nanti dalam prosesnya kami akan komunikasikan lagi dengan pihak kuasa hukum apakah informasi yang disampaikan itu, informasi sebelumnya yang dimaksud (ke Singapura) baru mau berangkat atau mungkin baru mau dibicarakan," katanya.

Berkas Tersangka Kasus Novel Diteliti Jaksa

Menyoal apakah akan ada kegiatan rekonstruksi lagi, Dedy mengungkapkan, tidak ada karena sudah cukup. "Tidak, cukup. Kami rasa cukup sesuai kesepakatan dengan teman-teman dari Jaksa Penuntut Umum. Rekontruksi yang dilaksanakan hari ini sudah cukup sesuai yang diharapkan, sesuai kesepakatan pembahasan sebelumnya. Kami akan pertanggungjawabkan dalam proses persidangan nanti," tegasnya.

Alasan Kesehatan

Sementara itu, Novel Baswedan mengatakan, dirinya tidak mengikuti rekonstruksi karena alasan kesehatan matanya.

"Iya kan begini, dari kuasa hukum sudah menyampaikan kepada penyidik bahwa saya ini kan hari Senin sampai Rabu kemarin kan baru pulang dari Singapura, perawatan bukan perawatan tapi ada masalah yang serius," katanya.

Menurut Novel, mata kirinya sudah permanen tidak bisa melihat lagi, dan mata kanannya sangat sensitif dengan cahaya.

"Tentunya itu ketika rekonruksi mau dilakukan, saya melihat tadi malam lokasi jalan dimatikan lampu jalan, sehingga saya meyakini bahwa akan menggunakan lampu penerangan portable, padahal mata kanan saya sensitif sekali dengan cahaya. Anda tahu sekarang saya pakai topi ini karena menjaga daripada iritasi dari cahaya. Ketika mata kiri saya sudah permanen tidak bisa lihat lagi, tentu saya harus hati-hati sekali dengan mata kanan saya. Pilihannya itu, maka dengan dilakukan kegiatan rekon tadi saya sampaikan ke penyidik bahwa saya tidak bisa mengikuti. Saya pikir hanya alasan kesehatan saja," jelasnya.

Novel menuturkan, tidak mencampuri apa yang menjadi pertimbangan penyidik menggelar rekonstruksi di tempat dan pada waktu yang sama dengan kejadian, kendati rekonstruksi bisa saja digelar di tempat terang dan waktunya juga tidak harus sama.

"Tapi kan tentunya penyidik punya pertimbangan sendiri dan saya tidak ingin mencampuri. Saya hanya melihat ketika menggunakan cahaya dan itu berbahaya bagi mata saya, makanya saya menyampaikan untuk tidak mengikuti," katanya.

Novel mengaku, tidak memantau atau mengikuti rekonstruksi. Namun, dia berharap penyidik tetap objektif dalam menangani kasusnya.

"Tidak, saya enggak mengikuti karena saya di dalam rumah, rekon di luar, jadi saya enggak lihat. Belum (lihat tersangka), karena gelap. Tadi kan saya sempat keluar ke masjid gelap. Saya enggak terlalu jelas lihat, dan kondisi mata saya memang sedang ada masalah. Saya enggak mungkin menanggapi step by step ya, tapi pada dasarnya saya berharap proses penyidikan dilakukan dengan objektif jangan sampai penyidikan malah memotong pembuktian yang lengkap, jangan sampai ada pihak yang dikorbankan atau mengorbankan diri itu enggak boleh. Saya kira semua proses dilakukan dengan cara yang benar, yang objektif apa adanya dengan tujuan penegakan keadilan," tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Stok Terbatas, Harga Masker Melejit di Jakarta Utara

Keberadaan masker saat ini sudah tidak ada untuk merek tertentu seperti 3M dan Sensi Mask.

MEGAPOLITAN | 7 Februari 2020

JICT Komitmen Perbaiki Sarana Sekolah di Jakut

Green dock school merupakan program CSR JICT yang bertujuan untuk merenovasi sekolah.

MEGAPOLITAN | 6 Februari 2020

Polres Bogor Tangkap 4 Bos Penambang Emas Ilegal

Pelaku diamankan karena tertangkap tangan melakukan penambangan ilegal.

MEGAPOLITAN | 6 Februari 2020

PSI: Alihkan Anggaran Formula E untuk Antisipasi Banjir

Seharusnya antisipasi banjir menjadi prioritas utama Pemprov DKI, bukan Formula E.

MEGAPOLITAN | 6 Februari 2020

Seniman TIM Sebut Pembongkaran GBB Pembunuhan Kebudayaan

Sikap seniman tidak berubah yakni menolak revitalisasi dan komersialisasi TIM, namun pembongkaran gedung bersejarah tetap dilanjutkan.

MEGAPOLITAN | 6 Februari 2020

Anies Sebut Penentuan Lintasan Formula E Butuh Waktu

Menurut Anies, penentuan lintasan Formula E tidak seperti mengubah rute Transjakarta.

MEGAPOLITAN | 6 Februari 2020

Revitalisasi Monas Ditargetkan Rampung Sesuai Jadwal

Komisi Pengarah mengapresiasi revitalisasi Monas, karena akan terjadi penambahan ruang terbuka hijau (RTH).

MEGAPOLITAN | 6 Februari 2020

Desain Sirkuit Formula E Ditargetkan Selesai Akhir Februari

Pembangunan lintasan Formula E ditargetkan rampung dua bulan sebelum dimulainya balapan.

MEGAPOLITAN | 6 Februari 2020

Bogor Street Festival, Sebagian Ruas Jalan Kota Bogor Ditutup

Jalur Suryakancana dari arah Otista akan mulai ditutup pada jam 12.00 WIB, sehingga arus lalu lintas akan dialihkan menuju Jalan Empang dan Jalan Juanda.

MEGAPOLITAN | 6 Februari 2020

Jakpro Belum Bisa Tanggapi Penolakan Setneg atas Formula E

“Kami masih membahas hal ini secara internal dulu ya,” kata Hilbram Dunar, Kamis (6/2/2020).

MEGAPOLITAN | 6 Februari 2020


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS