Tim Kampanye Foke Serang Jokowi Soal Politik Uang

Tim Kampanye Foke Serang Jokowi Soal Politik Uang
Calon Gubernur, Fauzi Bowo, memasukkan surat suara ke dalam kotak saat memberikan hak pilih dalam Pilkada DKI Jakarta di TPS 01, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (11/7) ( Foto: Antara )
Sabtu, 14 Juli 2012 | 15:18 WIB
Uniknya, sebagai saksi, Mahmuri mengaku tak punya bukti soal pemberian uang.

Belum selesai penghitungan suara pilkada DKI, Tim Kampanye Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli (Foke-Nara) menyerang Jokowi-Basuki terkait dugaan money politics selama masa kampanye.

Tim Advokasi Foke-Nara, membawa Ketua RW 07, Kelurahan Pegangsaan, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, bernama Mahmuri, sebagai saksi laporan politik uang itu.

Mahruri ditemukan Yan Awalessy, anggota tim kampanye pemenangan Foke-Nara di wilayah itu, yang kemudian melaporkan dugaan itu ke Panwaslu DKI Jakarta. Pada 10 Juli, timnya mendengar informasi tim lawan akan membagi-bagikan baju kotak-kotak khas Jokowi-Basuki.

"Inilah yang kami temukan," kata Ketua Tim Advokasi Foke-Nara, Zamakh Sari, dalam konferensi pers di Jakarta, hari ini.

Yan menjelaskan, pihaknya sudah mendengar kejanggalan yang dilakukan tim kampanye Jokowi-Basuki di wilayah itu sejak masa kampanye.

"Dari keterangan warga di RW 07, mereka didatangi orang yang memberi dana sebesar dari Rp50 ribu sampai Rp75 ribu yang diselipkan di dalam baju  kotak-kotak," kata Yan.

Pelakunya, lanjut dia, adalah seseorang bernama Arif, yang dia sebut sebagai Korlap Tim Jokowi-Basuki. Arif merupakan penduduk sekitar yang berdomisili di RT 12 di RW itu. Dia adalah seorang pengusaha jamu cukup sukses.

Uniknya, sebagai saksi, Mahmuri mengaku tak punya bukti soal pemberian uang oleh Arif kepada warganya. Dia mengaku hanya melihat warga diberi baju kotak-kotak oleh Tim Jokowi-Basuki.

Soal keberadaan uang di dalam baju itu, dia mengaku hanya mendengar cerita dari dua orang warganya. "Tapi saya yakin pasti ada duitnya. Masa pilkada tak ada duitnya, tak mungkin itu," kata Mahruri yakin.

Sekretaris  Tim Advokasi Jokowi-Basuki, Dasril Affandi, mengklaim pihaknya juga menemukan laporan sejenis dari timnya di Jakarta Barat dan Jakarta Utara.

"Kami sedang kumpulkan semuanya, agar dilaporkan ke panwas, bahkan laporkan ke polisi sebagai tindak pidana," kata Dasril.