Polisi Pastikan Tahan Lucinta Luna di Sel Perempuan

Polisi Pastikan Tahan Lucinta Luna di Sel Perempuan
Petugas Polisi bersama artis Lucinta Luna (tengah) dalam rilis kasus narkoba di Polres Metro Jakarta Barat, Rabu, 12 Februari 2020. ( Foto: Suara Pembaruan / Joanito De Saojoao )
Bayu Marhaenjati / CAH Kamis, 13 Februari 2020 | 12:30 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Polemik apa gender tersangka Ayluna Putri alias Lucinta Luna alias LL akhirnya terjawab secara hukum. Ini setelah keluarga dan pengacara menunjukan surat putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, perihal permohonan ganti kelamin dari laki-laki menjadi perempuan. Penyidik pun memastikan akan menahan Lucinta di sel perempuan.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus mengatakan, penyidik Polres Metro Jakarta Barat telah menerima surat putusan penetapan perkara perdata dengan nomor 1230/Pdt.P/2019/PN.Jkt.Sel, tertanggal 20 Desember 2019, soal permohonan penggantian kelamin Lucinta, dari pihak pengacaranya, Rabu (12/2/2020) malam.

"Di mana intinya (surat itu) menerima permohonan dari pemohon dalam hal gender, dan sekarang statusnya yang bersangkutan adalah seorang perempuan. Secara hukum ini sah dari pengadilan, dengan nama diganti dari MF menjadi AP. Ini putusan dari pengadilan, inilah yang kami anggap sah," ujar Yusri, di Mapolres Metro Jakarta Barat, Kamis (13/2/2020). 

Minta Maaf, Lucinta Luna: Saya Melakukan Kesalahan Fatal

Dikatakan Yusri, penyidik harus memiliki dasar pasti untuk menempatkan Lucinta di sel laki-laki atau wanita. "Kami harus benar-benar mempunyai dasar yang pasti sehingga akan kami tempatkan di sel wanita, walaupun sekarang masih kami tempatkan di sel khusus dulu, dititipkan di Polda Metro. Sementara pemeriksaan masih berlanjut," ungkapnya.

Yusri menyampaikan, inti dari surat putusan itu menyatakan mengabulkan permohonan pemohon dan memberikan izin kepada pemohon untuk mengganti status kelamin yang semula berjenis kelamin laki-laki menjadi perempuan, serta pergantian nama dari MF menjadi AP.

"Memerintahkan kepada Kantor Dinas Kependudukan Pencatatan Sipil Kota Administrasi Jakarta Selatan untuk mengubah, memperbaiki kutipan akta kelahiran yang bersangkutan dari MF menjadi AP dengan jenis kelamin perempuan dengan segala akibat hukumnya. Ini putusan dari Pengadilan Negeri Jakarta Selatan," katanya. 

Lucinta Luna Mengaku Pakai Psikotropika Lantaran Depresi

Menyoal apa pentingnya polisi harus mengetahui status gender Lucinta secara hukum, Yusri menuturkan, dalam pembuatan berita acara harus jelas jenis kelaminnya.

"Yang pertama karena ditanyakan teman-teman media, memperjelas. Kemudian, ketentuan dalam aturan pembuatan berita acara penyidikan itu harus menanyakan apa jenis kelamin," tandasnya.

Berdasarkan informasi, Lucinta Luna lahir tanggal 16 Juni 1989 dengan nama Muhammad Fatah sesuai surat akta kelahiran nomor 3174-LT-XXXX-XXXX yang dikeluarkan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Administrasi Jakarta Selatan. Namun, sejak usia 5 tahun yang bersangkutan sudah berperilaku seperti perempuan hingga dewasa.

Pada saat dewasa, Lucinta memutuskan melakukan operasi ganti kelamin dari laki-laki menjadi perempuan di Rumah Sakit Rajyindee Thailand, 24 April 2016 lalu. Berdasarkan surat keterangan dokter nomor (A8I) 590424XXXX, dia didiagnosa mengalami dysphoria atau transgender.

Selanjutnya, tanggal 22 November 2019, Lucinta mengajukan permohonan ganti kelamin dari laki-laki menjadi perempuan dan pergantian nama dengan nomor 1230/Pdt.P/2019/PN.Jkt.Sel, dan diputuskan permohonannya diterima tanggal 20 Desember 2019.



Sumber: BeritaSatu.com