Bank DKI Targetkan 12.000 Wajib Pajak Terkoneksi Toska

Bank DKI Targetkan 12.000 Wajib Pajak Terkoneksi Toska
Cartenz Group, perusahaan penyediaan solusi e-goverment menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Bank DKI, di Jakarta, Jumat (14/2/2020). (Foto: Beritasatu Photo / Lona Olavia)
Lenny Tristia Tambun / FER Jumat, 14 Februari 2020 | 19:41 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Bank DKI menargetkan 12.000 wajib pajak dari kalangan hotel restoran dan kafe (horeka) dapat terkoneksi dengan sistem pembayaran pajak online tahun ini.

Cartenz Gandeng Bank DKI Modernisasi Sistem Pajak Online

Untuk mewujudkan target tersebut, Bank DKI menandatangani perjanjian kerja sama dengan Cartenz Group untuk menerapkan sistem pajak online untuk Jakarta atau Tax Online System for Jakarta (Toska).

Direktur Kredit UMK & Usaha Syariah Bank DKI, Babay Parid Wazdi mengatakan peluncuran Toska dilakukan sebagai upaya meningkatkan transparansi penerimaan pajak daerah khususnya pajak hotel, restoran, tempat hiburan dan perparkiran di Jakarta.

"Peluncuran Toska merupakan sebuah titik baru bagi sistem perpajakan online khususnya di wilayah DKI Jakarta. Dalam rangka mendukung Pemprov DKI Jakarta dalam meningkatkan layanan penerimaan pajak daerah,” kata Babay Parid Wazdi di lokasi peluncuran Toska, Jakarta Pusat, Jumat (14/2/2020).

Bank DKI Dukung Program Pangan Murah Jakarta

Babay Menjelaskan, Bank DKI telah siap untuk mengimplementasikan Toska yang akan memudahkan para pengelola usaha membayarkan pajak secara online. Sekaligus mendukung tujuan pemerintah menuju transparansi dan efektivitas pengawasan keptuhan wajib pajak.

Melalui Toska, lanjutnya, wajib pajak dapat memonitoring data transaksi usaha kapan saja dan dimana saja serta akses untuk mendapatkan laporan pajak terintegrasi atas objek pajaknya yang dapat dijadikan sebagai pedoman pembayaran dan pelaporan pajak.

Babay Parid Wazdi menambahkan keuntungan lain yang diperoleh wajib pajak ketika menggunakan Toska adalah penggunaan akses cash management system (CMS) Bank DKI secara gratis. "Sistem ini dapat digunakan untuk melakukan monitoring dan transaksi keuangan secara realtime dan online seperti transfer, pembayaran pajak, virtual account, liquidity management hingga payroll," tandas Babay.



Sumber: BeritaSatu.com