Komnas PA Minta Tersangka Klinik Aborsi Dijerat UU Perlindungan Anak
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 525.47 (1.05)   |   COMPOSITE 6359.21 (17.55)   |   DBX 1342.2 (24.26)   |   I-GRADE 184.288 (0.11)   |   IDX30 516.126 (0.48)   |   IDX80 138.807 (-0.08)   |   IDXBUMN20 408.536 (-3.29)   |   IDXESGL 142.044 (0.1)   |   IDXG30 145.076 (0.68)   |   IDXHIDIV20 455.222 (0.52)   |   IDXQ30 147.857 (0.41)   |   IDXSMC-COM 298.089 (2.63)   |   IDXSMC-LIQ 362.717 (0.35)   |   IDXV30 136.649 (-0.61)   |   INFOBANK15 1071.96 (2.67)   |   Investor33 444.599 (0.34)   |   ISSI 184.85 (-0.65)   |   JII 633.797 (-1.86)   |   JII70 223.435 (-0.82)   |   KOMPAS100 1241.07 (-1.22)   |   LQ45 967.658 (0.56)   |   MBX 1728.33 (0.25)   |   MNC36 329.04 (0.52)   |   PEFINDO25 326.697 (1.93)   |   SMInfra18 315.108 (-1.3)   |   SRI-KEHATI 378.138 (0.23)   |  

Komnas PA Minta Tersangka Klinik Aborsi Dijerat UU Perlindungan Anak

Jumat, 14 Februari 2020 | 21:14 WIB
Oleh : Bayu Marhaenjati / CAH

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait mengatakan, para tersangka klinik aborsi di Paseban dapat dijerat dengan UU Perlindungan Anak karena telah merampas hak hidup secara paksa.

"Saya izin tambahkan dikenakan Undang-undang Perlindungan Anak tentang aborsi karena definisi perlindungan anak, itu anak di bawah 18 tahun sejak janin sekalipun dia punya hak hidup. Karena sejak di kandungan sekalipun anak-anak punya hak untuk hidup. Ini aborsi menghilangkan secara paksa hak hidup seseorang," tegas Arist Merdeka yang ikut dalam jumpa pers di lokasi klinik aborsi ilegal, Jumat (14/2/2020).

Arist mengungkapkan, aborsi merupakan kejahatan kemanusiaan karena menghilangkan secara paksa hak hidup seseorang. "Ini patut dibongkar jaringannya. Ini momentum kita bersama masyarakat bahu membahu membongkar kasus ini, sehingga jaringan aborsi ini bisa diungkap," tambahnya.

Bongkar Klinik Aborsi di Paseban, Polisi Tangkap 3 Residivis

Lebih lanjut Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan DKI dr Weningtyas menuturkan, pihaknya sangat prihatin dengan adanya praktik aborsi ilegal ini. Dia menilai apa yang dilakukan para tersangka sangat di luar kemanusiaan.

"Praktiknya di sebuah rumah dan tidak menyerupai klinik, ini bukan klinik dan tidak berizin. Tersangka yang melakukan juga tidak punya surat tanda registrasi (STR) baik dokter atau bidan dan tenaga kesehatan. Dokter dan bidan juga tidak punya surat izin praktik, jadi segalanya ini ilegal," katanya.

Weningtyas menjelaskan, Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan menyatakan, setiap orang dilarang melakukan aborsi. Tindakan mengugurkan kandungan itu baru bisa dilegalkan dengan beberapa persyaratan, semisal karena dalam keadaan gawat darurat.

Polisi Temukan Janin di Klinik Aborsi Paseban

"Aborsi yang dilegalkan secara hukum ada persyaratannya, itu karena kegawat daruratan medik dan korban perkosaan. Itu harus diikuti serangkaian proses, tidak bisa langsung dieksekusi, harus melalui assessment. Kegawat daruratan medik ada syaratnya, misalnya membahayakan kesehatan dan nyawa si ibu atau ada cacat bawaan yang sulit diperbaiki sehingga menyulitkan janin hidup. Jadi ada tim yang menentukan itu," terangnya.

Syarat selanjutnya, tambah Weningtyas, harus dilakukan oleh tenaga kesehatan dan dokter profesional serta berkompetensi seperti dokter spesialis kandungan atau kebidanan.

"Kemudian, dilakukan di fasilitas kesehatan sesuai standar. Ini banyak dilanggar tentang undang-undang kesehatan, tenaga kesehatan, praktik kedokteran, dan PP tentang kesehatan reproduksi. Aborsi diperbolehkan dengan persyaratan ketat dan harus di bawah 6 minggu, bila korban perkosaan harus di bawah 4 minggu," tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Polisi Temukan Janin di Klinik Aborsi Paseban

Polisi menemukan janin umur 6 bulan dalam keadaan tidak utuh di ruang kamar mandi belakang di klinik aborsi.

MEGAPOLITAN | 14 Februari 2020

Bongkar Klinik Aborsi di Paseban, Polisi Tangkap 3 Residivis

Aksi para residivis di klinik aborsi ini sudah melakukan aborsi terhadap 903 orang.

MEGAPOLITAN | 14 Februari 2020

Bapenda Dukung Kolaborasi Bank DKI dengan Cartenz

Sebanyak 12.000 wajib pajak akan masuk dalam sistem Toska yang terintegrasi dengan Bank DKI dan Bapenda DKI.

MEGAPOLITAN | 14 Februari 2020

Bank DKI Targetkan 12.000 Wajib Pajak Terkoneksi Toska

Bank DKI menargetkan 12.000 wajib pajak dari kalangan horeka dapat terkoneksi dengan sistem Toska.

MEGAPOLITAN | 14 Februari 2020

Cartenz Gandeng Bank DKI Modernisasi Sistem Pajak Online

Kolaborasi Cartenz dengan Bank DKI menjadi titik baru bagi sistem pajak online di wilayah DKI Jakarta.

MEGAPOLITAN | 14 Februari 2020

Tersangka IF 3 Kali Beri Psikotropika ke Lucinta Luna

Polisi telah menetapkan IF sebagai tersangka karena memberi psikotropika kepada Lucinta Luna yang terlahir dengan nama Muhammad Fatah.

MEGAPOLITAN | 14 Februari 2020

Polisi Susun Berkas Kasus Anak Tusuk Ibu di Tomang

Penyidik masih menunggu hasil dari Rumah Sakit Jiwa Soeharto Heerdjan Grogol, terkait kondisi kejiwaan tersangka CCS.

MEGAPOLITAN | 14 Februari 2020

Mafia Tanah Rugikan Korban Rp 85 Miliar

Mereka menggadaikan sertifikat aslinya kepada orang lain sebesar Rp 11 miliar.

MEGAPOLITAN | 12 Februari 2020

Peringati HUT ke-27, Tangerang Gelar Great Sale

Tangerang Great Sale digelar selama 4 hari mulai 13 - 16 Februari 2020.

MEGAPOLITAN | 14 Februari 2020

Satpol PP Bakal Tertibkan Pengamen Ondel-ondel

Ondel-ondel merupakan salah satu dari 8 ikon budaya Betawi yang ditetapkan oleh Pemprov DKI.

MEGAPOLITAN | 14 Februari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS