Bapeten Bersihkan Radiasi, Warga Diimbau Tak Panik

Bapeten Bersihkan Radiasi, Warga Diimbau Tak Panik
Petugas menggunakan alat pengukur radiasi surveymeter untuk memetakan sejauh mana paparan radioaktif yang ditemukan di Perumahan Batan Indah, Serpong, Tangerang Selatan, Senin (17/2/2020). ( Foto: BeritaSatu Photo / Mohammad Defrizal )
Ari Supriyanti Rikin / JAS Sabtu, 15 Februari 2020 | 11:43 WIB

Tangerang, Beritasatu.com - Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) meminta masyarakat tidak panik dengan adanya lokasi terpapar radiasi atau radioaktif di komplek Perumahan Batan Indah, Serpong, Tangerang Selatan. Upaya pembersihan (clean up) atau dekontaminasi dan investigasi sudah dilakukan pihak berkompeten yakni Batan dan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten).

Saat ini Batan pun sedang melakukan clean up area yang terpapar radiasi di depan Komplek Perumahan Batan Indah, Serpong, Tangerang Selatan. Paparan radiasi di wilayah tersebut dinyatakan di atas ambang batas setelah diketahui oleh Bapeten.

Kepala Biro Hukum Humas dan Kerja Sama Batan Heru Umbara mengatakan, temuan ini langsung direspons oleh Batan berkoordinasi dengan Bapeten.

"Saat ini Batan sedang melakukan clean up  di sekitar area terpapar," katanya dari lokasi terpaparnya radiasi, Sabtu (15/2).

Dalam keterangan tertulisnya itu, Heru menambahkan dengan berbagai fasilitas laboratorium dan pengolahan limbah radioaktif, Batan diminta Bapeten untuk membantu proses pembersihan dan analisis material penyebab tingginya paparan radiasi.

Upaya clean up yang telah dilakukan Batan adalah mengambil sumber pemapar yang memancarkan radiasi di atas ambang dan mengambil seluruh vegetasi dan tanah untuk dilakukan pengujian.

"Dari hasil clean up itu, bahan penyebab paparan radiasi telah ditemukan bercampur dengan tanah. Temuan itu saat ini sedang dianalisis di laboratorium Batan," ungkapnya.

Clean up ini menurutnya, merupakan upaya pertama yang dilakukan untuk menyelamatkan masyarakat dan lingkungan dari paparan radiasi. Dari clean up tersebut didapatkan vegetasi dan tanah yang dimasukkan ke dalam drum berkapasitas 100 liter sebanyak 52 drum.

Setelah dilakukan proses clean up, didapatkan penurunan paparan radiasi sebesar 30 persen dari 149 mikro sivet per jam. Pengecekan terakhir dilakukan pada Sabtu dini hari (15/2/2929) sebesar 98,9 mikrosivet per jam.

"Proses clean up ini akan terus dilanjutkan sampai area tersebut benar-benar bersih dan tidak membahayakan bagi warga dan lingkungan," ucapnya.

Upaya clean up ini, tambah Heru, diperkirakan hingga 20 hari sejak 12 Februari 2020, namun diharapkan bisa dinyatakan bersih sebelum 20 hari. Selanjutnya saat ini sedang dipersiapkan upaya pengecekan whole body counting kepada warga, untuk mengetahui dampak kontaminasi.

Heru mengimbau, masyarakat tidak perlu panik terhadap kejadian ini. Dipastikan bahwa kejadian ini telah ditangani oleh pihak yang berkompeten.

"Warga diharapkan melakukan aktivitas seperti biasa saja, asal tidak masuk ke dalam area yang sudah diberi tanda terkontaminasi. Paparan radiasi ini bila dikelola dengan baik tidak akan membahayakan keselamatan warga," tegasnya.



Sumber: BeritaSatu.com