Radiasi di Perum Batan dari Limbah Radioaktif, Bukan Aktivitas Reaktor Nuklir

Radiasi di Perum Batan dari Limbah Radioaktif, Bukan Aktivitas Reaktor Nuklir
Petugas dari Tim Batan dan Tim Teknis Kimia Biologi Radioaktif Gegana Brimob Mabes Polri memetakan paparan radioaktif di Perumahan Batan Indah, Serpong, Tangerang Selatan, Senin (17/2/2020). ( Foto: BeritaSatu Photo / Mohammad Defrizal )
Chairul Fikri / DAS Sabtu, 15 Februari 2020 | 16:21 WIB

Serpong, Beritasatu.com - Heboh bahan radioaktif yang tersebar di Perumahan Batan Indah, Serpong, Tangerang Selatan, (Tangsel), Banten beberapa hari ini  cukup meresahkan masyarakat. Pasalnya, Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) yang melakukan pemantauan area di Perumahan Batan Indah, Tangsel itu menyatakan terdapat lokasi yang  terpapar radioaktif. Hal tersebut diungkapkan dalam  pernyataan resmi Bapeten tanggal 14 Februari 2020.

Berdasaarkan pemantauan dan pengamatan  di Perumahan Batan Indah, persisnya di lokasi  yang mempunyai nilai paparan radiasi di atas normal, serta pemeriksaan kondisi beberapa warga sekitar dengan metode whole body counting, Bapetan menyatakan bahwa sumber radioaktif berasal dari  sisa limbah nuklir.

Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Utama Bapeten, Hendrianto Hadi Tjahyanto di Perumahan Batan Indah, Serpong, Tangsel, Sabtu (15/2/2020).

"Yang jelas, memang ini ada sumber sisa limbah atau sampah radioaktif. Jadi dalam tanah-tanah itu kita lihat ada beberapa kecil-kecil yang kita sebut debris. Itu adalah limbah atau sampah radioaktif entah dari mana. Dan berdasarkan hasil pemeriksaan sisa limbah radioaktif itu mengandung unsur sesium yang biasa digunakan di berbagai bidang dan banyak sekali yang pakai, karena kan di Indonesia ini penggunaan atau pemanfaatan tenaga nuklir itu luas sekali. Ada di bidang industri, bidang medis, bidang penelitian," ungkapnya.

Sesium adalah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki simbol Cs yang diambil dari  nama Latinnya, Caesium, dengan nomor atom 55. Unsur kimia ini merupakan logam alkali yang lunak dan berwarna putih keemasan, yang adalah salah satu dari lima unsur logam berwujud cair pada atau sekitar suhu ruangan.

Senada dengan Hendrianto, Kabiro Hukum, Humas, dan Kerja Sama Batan, Heru Umbara juga menegaskan bahwa sisa limbah radioaktif yang ditemukan di Perumahan Batan Indah itu bukan berasal dari aktivitas reaktor nuklir.

"Kita bisa memastikan bahwa adanya peningkatan paparan di (lokasi) sini itu bukan dari reaktor," katanya.

Bila reaktor bocor, tidak mungkin hanya satu kawasan kecil di sebuah perumahan saja. Batan punya cerobong ke atas. Buangannya ke atmosfer sehingga menyebar ke mana-mana. Artinya, bila cerobong itu penyebab kontaminasi maka semuanya di sekitar reaktor akan terkena.

"Jadi dari hasil yang sementara sudah kami peroleh (hasil pemeriksaan) memang adanya di bawah tanah," lanjutnya.

Seperti deberitakan sebelumnya Bapeten meminta warga untuk tidak memasuki lokasi yang terkontaminasi paparan radiasi nuklir di Perumahan Batan Indah, Serpong. Karo Hukum, Kerja sama dan Komunikasi Publik Bapeten, Indra Gunawan mengatakan, demi alasan keselamatan warga diminta untuk tidak memasuki lokasi terdampak kontaminasi hingga batas trotoar dan lapangan voli.



Sumber: BeritaSatu.com