Bapeten Amankan Lima Sumber Radiasi di Perumahan Batan

Bapeten Amankan Lima Sumber Radiasi di Perumahan Batan
Petugas dari Tim Batan dan Tim Teknis Kimia Biologi Radioaktif Gegana Brimob Mabes Polri memetakan paparan radioaktif di Perumahan Batan Indah, Serpong, Tangerang Selatan, Senin (17/2/2020). ( Foto: BeritaSatu Photo / Mohammad Defrizal )
Chairul Fikri / CAH Sabtu, 15 Februari 2020 | 18:06 WIB

Tangerang, Beritasatu.com - Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) dan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) langsung bertindak cepat terkait penemuan adanya paparan radiasi dari bahan radioaktif yang berada di Perumahan Batan Indah Serpong, Tangerang Banten. Sumber-sumber radioaktif yang berada di sana sudah terindentifikasi.

"Alhamdullilah, kami sudah menemukan sumbernya. Ada lima spot. Sudah kami temukan semua, kami angkat, kami simpan di fasilitas limbahnya milik Batan. Oleh karena itu, saat ini daerah ini sudah kosong, ini sudah tidak ada sumber kontaminannya. Kami juga mengeruk tanah-tanah di sekitar titik penemuannya untuk kami teliti lebih lanjut," ungkap Sekretaris Utama (Sestama) Bapeten, Hendrianto Hadi Tjahyanto, di Perumahan Batan Indah, Serpong, Tangsel, Sabtu (15/2/2020).

Radiasi di Perum Batan dari Limbah Radioaktif, Bukan Aktivitas Reaktor Nuklir

Tak hanya mengamankan barang bukti radioaktif dan melakukan pemantauan terhadap lokasi tempat sumber radioaktif tersebut tersimpan selama ini di Perumahan Batan Indah Serpong. Pihak Bapetan yang di wakili Kepala Biro Hukum, Kerja Sama, dan Komunikasi Publik Bapetan, Indra Gunawan juga telah meminta pihak Kepolisian untuk menyelidiki siapa yang oknum yang telah membuang bahan radioaktif di Perumahan tersebut.

Dekontaminasi Paparan Radioaktif Batan Indah Dilanjutkan Pekan Depan

"Barang bukti yang kita kumpulkan sedang dilakukan forensik nuklir di laboratorium Batan, nanti kita akan tentukan langkah selanjutnya dan nanti bisa kita ketahui apakah dari data itu bisa ditindaklanjuti tentang identitas objeknya, siapa yang menggunakan, dan kemudian kira-kira adakah pelaku yang bisa kita tentukan dari data forensik nuklir itu. Karena berdasarkan pengamatan kami jarak lokasi penemuan limbah Radioaktif ini dengan Kantor Badan Tenaga Nuklir Nasional juga lumayan jauh yakni 4,8 km. Makanya kami juga telah berkoordinasi pihak Batan terkait masalah ini," lanjutnya.



Sumber: BeritaSatu.com