Ini Modus Operasi Mafia Tanah yang Raup Rp 85 Miliar
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 502.788 (4.65)   |   COMPOSITE 6122.88 (45.91)   |   DBX 1370.08 (6.4)   |   I-GRADE 175.932 (2.01)   |   IDX30 492.65 (5.36)   |   IDX80 132.743 (1.46)   |   IDXBUMN20 383.43 (5.77)   |   IDXESGL 136.189 (1.17)   |   IDXG30 136.661 (1.31)   |   IDXHIDIV20 439.142 (4.16)   |   IDXQ30 142.658 (1.28)   |   IDXSMC-COM 284.07 (1.29)   |   IDXSMC-LIQ 340.315 (4.03)   |   IDXV30 130.843 (1.67)   |   INFOBANK15 1002.8 (10.83)   |   Investor33 425.077 (4.4)   |   ISSI 180.015 (1.37)   |   JII 610.57 (6.12)   |   JII70 214.597 (2.04)   |   KOMPAS100 1179.92 (12.31)   |   LQ45 924.668 (10.2)   |   MBX 1646.91 (13.21)   |   MNC36 314.484 (3.35)   |   PEFINDO25 314.75 (0.73)   |   SMInfra18 301.265 (1.98)   |   SRI-KEHATI 359.316 (3.43)   |  

Ini Modus Operasi Mafia Tanah yang Raup Rp 85 Miliar

Senin, 17 Februari 2020 | 10:57 WIB
Oleh : Bayu Marhaenjati / AB

Jakarta, Beritasatu.com - Polda Metro Jaya dan Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN) mengungkap kasus mafia tanah yang merugikan korban hingga Rp 85 miliar. Modus operasi mafia tanah bermula ketika korban bernama Indra Hoesein berniat menjual rumah mewahnya dengan bukti kepemilikan sertifikat hak milik (SHM) Nomor 902 seharga Rp 75 miliar, pada medio Januari 2020. Dia pun memasang iklan di media massa dan spanduk di depan rumah di Jalan Brawijaya III, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Kemudian, datang tersangka Diah Ayu yang berperan seolah-olah menjadi pembeli. Terjadi tawar-menawar harga dari Rp 75 miliar akhirnya disepakati menjadi Rp 65 miliar. Lalu, tersangka Diah meminta agar SHM rumah tersebut dicek di kantor notaris Dr H Idham SH Mkn di Jalan Tebet Timur Raya 4D, Jakarta Selatan. Tersangka Raden Handi berpura-pura menjadi notaris bernama Idham.

Ketika berada di kantor notaris fiktif itu, korban memberikan fotokopi SHM untuk dilakukan pengecekan. Selanjutnya, tersangka Raden Handi memberikan fotokopi sertifikat tersebut kepada tersangka Dedi Rusmanto agar dibuatkan sertifikat palsu.

Pada 9 Januari 2019, pihak korban yang diwakili staf bernama Lutfi yang berasal dari kantor notaris Ratu Arlini dan pihak pembeli yang diwakili tersangka Dedi Rusmanto mendatangi Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jakarta Selatan untuk mengecek keabsahan sertifikat. Selanjutnya, sertifikat asli yang dibawa Lutfi dinyatakan asli dan dicap.

Seusai mengecek, tersangka Dedi meminjam sertifikat asli kepada Lutfi dengan alasan akan difotokopi untuk bukti. Ketika pamit untuk fotokopi, tersangka Dedi menukar sertifikat asli dengan sertifikat palsu yang sudah disiapkan sebelumnya. Sertifikat asli disimpan di balik kemeja. Sertifikat asli pun berpindah tangan ke mafia tanah, sementara sertifikat palsu diserahkan ke Lutfi.

Lalu, tersangka Dedi menyerahkan sertifikat asli kepada tersangka Diah dan Arnold di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan. Dedi mendapatkan imbalan Rp 30 juta dalam menjalankan aksinya dari tersangka Diah.

Pada 14 Februari 2019, tersangka Henry dan Siti kemudian mengurus pinjaman uang dengan modal SHM asli milik korban Indra dan menggunakan identitas palsu. Keduanya berhasil mengecoh pemberi pinjaman bernama Fendi yang kemudian mencairkan uang Rp 11,17 miliar.

Ketika bertemu Fendi, tersangka Henry mengaku sebagai Indra dan Siti berpura-pura menjadi Nadine yang merupakan istri Indra. Kedua tersangka saat itu telah mengantongi identitas berupa KTP palsu buatan tersangka Dimas Okgi Saputra, pegawai honorer Kecamatan Pamulang. Dimas memalsukan KTP elektronik menggunakan peranti komputer, kamera, pemindai retina mata, perekam sidik jari, serta perekam tanda tangan. Alhasil, KTP palsu atas nama Indra dan Nadine dengan foto Henry dan Siti pun menjadi valid dan terdaftar di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Tangerang Selatan.

Uang pinjaman Rp 11,17 miliar itu ditransfer Fendi ke rekening Bank Danamon atas nama Indra. Rekening itu dibuka tersangka Henry juga menggunakan KTP elektronik palsu. Sejurus kemudian, Henry memindahkan uang di dalam rekening Bank Danamon ke rekening Bank BCA atas nama tersangka Bugi, kemudian seluruh uang ditarik dan diserahkan ke tersangka Arnold dan Neneng.

Sementara itu, korban baru tersadar kalau dokumen SHM aslinya ditukar dengan yang palsu ketika ada orang lain yang hendak membeli rumahnya pada medio September 2019. Ketika dilakukan pengecekan ke BPN Jakarta Selatan ternyata SHM tersebut dinyatakan palsu. Korban pun langsung membuat laporan polisi.

Kerugian korban dalam kasus ini mencapai sekitar Rp 85 miliar, di antaranya korban Indra sebesar Rp 70 miliar hingga Rp 75 miliar dan korban Fendi Rp 11,17 miliar.

Berdasarkan catatan polisi, tersangka Arnold dan Raden Handi merupakan residivis atau penjahat kambuhan yang terlibat mafia tanah serta properti. Keduanya divonis tujuh bulan penjara pada 2019. Sejak 28 Januari 2020, keduanya bebas bersyarat dan kembali ditangkap karena terlibat perkara ini.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Tersangka Mafia Tanah Pemain Lama

Salah satu tersangka mafia tanah yang merupakan pemain lama masih mendekam di LP Cipinang.

MEGAPOLITAN | 17 Februari 2020

Wali Kota Depok Apresiasi Gerak Cepat Penanganan Banjir

Wali Kota Depok memuji kerja cepat yang dilakukan oleh dinas terkait dalam menangani banjir.

MEGAPOLITAN | 16 Februari 2020

Dorong Keberagaman, Seasons City Rayakan Cap Go Meh

Pesan perayaan Cap Go Meh adalah agar kebersamaan, kedamaian, dan kebinekaan di Indonesia selalu terjaga baik.

MEGAPOLITAN | 16 Februari 2020

Radiasi, Bapeten Periksa Ulang Kondisi Tanah di Batan Indah

Bapeten bersama Batan melakukan pemeriksaan dan pembersihan kembali sisa-sisa zat Cesium di Perumahan Batan Indah.

MEGAPOLITAN | 16 Februari 2020

Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Jakarta Bakal Hujan hingga Sore

BMKG menyebuh sebagian Jakarta akan diguyur hujan hingga sore hari.

MEGAPOLITAN | 16 Februari 2020

Panitia Formula E Siapkan 4.000 Toilet Standar Internasional

Jakpro menyiapkan 4.000 toilet portabel standar internasional saat gelaran Formula E.

MEGAPOLITAN | 15 Februari 2020

Jakpro Klaim Penggemar Formula E di Indonesia Capai 3,3 Juta

Penggemar Formula E terbanyak berasal dari wilayah wilayah DKI Jakarta.

MEGAPOLITAN | 15 Februari 2020

Satu Orang Tewas Tertimpa Tembok Roboh di Depok

Tembok gudang SJEC roboh akibat hujan deras terjadi di Gang KUD Kampung Sidamukti RT 001/017 Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong, Kota Depok, Jawa Barat.

MEGAPOLITAN | 15 Februari 2020

Dirut Jakpro Nilai Formula E Bukan Acara Mahal

Formula E dinilai berdampak besar terhadap Jakpro, Pemprov DKI dan bangsa Indonesia.

MEGAPOLITAN | 15 Februari 2020

KLHK Dorong Pemkot Bogor Wujudkan Target Naturalisasi Ciliwung

KLHK mendorong Pemkot Bogor untuk mewujudkan tiga target program Naturalisasi Ciliwung.

MEGAPOLITAN | 15 Februari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS