Hanya Restoran dan Bar, Black Owl PIK Pastikan Tak Ada Peredaran Narkoba
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 525.662 (-0.19)   |   COMPOSITE 6338.51 (20.69)   |   DBX 1329.17 (13.03)   |   I-GRADE 184.48 (-0.19)   |   IDX30 515.715 (0.41)   |   IDX80 138.838 (-0.03)   |   IDXBUMN20 409.612 (-1.08)   |   IDXESGL 142.422 (-0.38)   |   IDXG30 145.816 (-0.74)   |   IDXHIDIV20 454.583 (0.64)   |   IDXQ30 147.765 (0.09)   |   IDXSMC-COM 298.595 (-0.51)   |   IDXSMC-LIQ 365.651 (-2.93)   |   IDXV30 136.758 (-0.11)   |   INFOBANK15 1078.32 (-6.36)   |   Investor33 444.53 (0.07)   |   ISSI 183.756 (1.09)   |   JII 631.17 (2.63)   |   JII70 223.177 (0.26)   |   KOMPAS100 1240.03 (1.04)   |   LQ45 967.718 (-0.06)   |   MBX 1724.61 (3.72)   |   MNC36 328.799 (0.24)   |   PEFINDO25 328.487 (-1.79)   |   SMInfra18 313.342 (1.77)   |   SRI-KEHATI 378.358 (-0.22)   |  

Hanya Restoran dan Bar, Black Owl PIK Pastikan Tak Ada Peredaran Narkoba

Senin, 17 Februari 2020 | 15:39 WIB
Oleh : L Gora Kunjana / AO

Jakarta, Beritasatu.com - Polda Metro Jaya merazia tempat hiburan malam berkonsep restoran dan bar, Black Owl, yang berlokasi di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara, Sabtu (15/2/2020). Dalam razia itu, polisi mengamankan sejumlah pengunjung yang terindikasi menggunakan narkoba.

Pihak manajemen Black Owl, Efrat Tio mengklarifikasi bahwa tempat hiburan malamnya bukan diskotek, seperti yang diberitakan di sejumlah media massa dan sama sekali tidak melakukan peredaran narkoba di dalamnya.

"Yang perlu diluruskan adalah Black Owl itu bukan diskotek. Ini konsepnya hanya restoran, bar, dan lounge. Pada malam tersebut ada sekitar 250 pengunjung dan ada beberapa memang terindikasi positif saat tes urin. Menurut keterangan dari kepolisian, pengunjung mengkonsumsi narkoba di luar dan di dalam tidak ada peredaran. Ada juga pengunjung yang positif bukan karena narkoba tetapi memang ada resep dokter seperti mengkonsumsi obat radang paru-paru atau psikotropika," ujar Efrat dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (17/2/2020).

Efrat pun sudah menyampaikan kepada Tim Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta untuk lebih meningkatkan pengamanan dan juga pengawasan sebelum pengunjung masuk ke restorannya. "Kita akan tingkatkan dalam sisi pengawasan sebelum pengunjung masuk, semua sudah kita sampaikan ke Pemprov DKI Jakarta. Kami prinsipnya kooperatif dan terus berkoordinasi dengan seluruh stakeholder," ujar Efrat.

Efrat mengatakan bahwa ada laporan-laporan yang tidak berdasarkan fakta merupakan sebuah tindakan yang hanya mengadu-dombakan Black Owl.

"Razia ini info dari kepolisian datang dari laporan masyarakat. Dan menurut kami laporan tersebut tidak berdasarkan fakta. Yang datang ke sini murni pengunjung yang biasa mau makan malam, ada acara ulang tahun dan juga hanya sekadar music live band. Music kami juga hanya berkonsep R&B bukan seperti diskotek pada umumnya. Kami sangat menyayangkan ada pihak yang membuat laporan tidak berdasarkan fakta," ujar Efrat.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus menyebut pihaknya mengamankan setidaknya 12 orang pengunjung. Saat ini, kata Yusri, para pengunjung Black Owl itu masih menjalani pemeriksaan. Hal ini sekaligus untuk menelusuri asal-usul narkoba yang dikonsumsi mereka.

“Masih diperiksa (12 orang pengunjung Black Owl),” kata Yusri saat dikonfirmasi wartawan, Minggu (16/2/2020). Kendati begitu, menurut Yusri, seluruh pengunjung yang positif narkoba itu mendapatkan narkoba dari luar diskotek. Setelah ditelusuri, polisi tak menemukan narkoba di dalam ruangan. “Enggak ada, mereka (12 pengunjung itu) cuma pemakai,” tutupnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

MRT dan Shimizu-Adhikarya Tanda Tangan Kontrak Fase 2A

Pada fase 2 ini, semua stasiun akan terintegrasi dengan moda transportasi umum lainnya.

MEGAPOLITAN | 17 Februari 2020

DPRD DKI Minta Kendaraan Mewah Tunggak Pajak Diberi Sanksi Tegas

Ada mobil mewah yang menunggak hingga enam tahun.

MEGAPOLITAN | 17 Februari 2020

Ini Polemik Penyelenggaraan Formula E di Monas

Polemik muncul karena Monas yang akan dijadikan arena Formla E adalah cagar budaya.

MEGAPOLITAN | 17 Februari 2020

Koperasi Dian Artha Rahardja Mulai Mendanai UMKM

Kopdar mengembangkan berbagai usaha simpan pinjam untuk memperkuat pendanaan internal.

MEGAPOLITAN | 17 Februari 2020

Hana Plywood Dukung Pelatihan UMKM Jakarta Creative Hub

Hana Plywood mendukung workshop basic woodworking bagi pelaku UMKM di Jakarta Creative Hub (JCH).

MEGAPOLITAN | 17 Februari 2020

Alat Berat Dinas PU Tangsel Bantu Keruk Tanah Terpapar Radioaktif

Selain mengeruk tanah dengan alat berat, juga dilakukan pemeriksaan whole body counting sembilan warga di sekitar wilayah terpapar radioaktif.

MEGAPOLITAN | 17 Februari 2020

Oknum Dukcapil Terlibat Mafia Tanah Dipecat

Oknum Dukcapil yang terlibat mafia tanah telah dipecat karena memalsukan KTP elektronik korban yang menderita kerugian Rp 85 miliar.

MEGAPOLITAN | 17 Februari 2020

Bocah Berkebutuhan Khusus di Bogor Meninggal Tenggelam di Cisadane

Peristiwa tersebut berawal saat korban berenang di aliran Sungai Cisadane sekitar pukul 10.00 WIB.

MEGAPOLITAN | 17 Februari 2020

Ini Modus Operasi Mafia Tanah yang Raup Rp 85 Miliar

Modus operasi mafia tanah bermula ketika korban Indra Hoesein berniat menjual rumah mewahnya di Jalan Brawijaya III, Kebayoran, Jakarta Selatan.

MEGAPOLITAN | 17 Februari 2020

Tersangka Mafia Tanah Pemain Lama

Salah satu tersangka mafia tanah yang merupakan pemain lama masih mendekam di LP Cipinang.

MEGAPOLITAN | 17 Februari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS