Anies Baswedan Sebut MRT Wujud Kesetaraan

Anies Baswedan Sebut MRT Wujud Kesetaraan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kiri) dan Duta Besar Jepang untuk RI Masafumi Ishii (dua kanan) mengamati Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta Silvia Halim (dua kiri) dan Representative Shimizu-Adhi Joint Venture Yutaka Okumura (tengah) menandatangani kerjasama (MOU) proyek pembangunan MRT fase 2A dan lingkup kerja CP201 di Stasiun Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Senin, 17 Februari 2020. ( Foto: Suara Pembaruan / Joanito De Saojoao )
Yustinus Paat / FER Senin, 17 Februari 2020 | 17:41 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengatakan, Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta merupakan sarana transportasi publik yang memberi ruang adanya kesetaraan dan persatuan. Pasalnya, setiap orang tanpa memandang status ekonomi dan sosial, akan duduk setara di MRT dan mengantre sesuai urutan.

"Siapa saja bisa menggunakan MRT dengan kelas yang sama. Mulai dari Presiden, Menteri, Gubernur, Wali Kota, CEO, GM, sampai office boy, duduknya setara dan untuk masuknya antrenya sama," ujar Anies di acara penandatangan kontrak pembangunan proyek MRT Fase 2A Bundaran HI-Harmoni (CP 201) di Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta, Senin (17/2/2020).

Anies mengakui, tidak banyak sarana transportasi yang memiliki visi besar seperti MRT. Sebagai bentuk transformasi dari transportasi massal, MRT tidak saja menjadi sarana memindahkan badan namun juga menjadi alat pemersatu.

DKI Akan Sesuaikan Jalur LRT Timur Barat dengan MRT Fase 2

"Kita sering menganggap ini seperti urusan kecil, tidak. Kita ingin Jakarta ada persatuan, tapi cara kita mengatur kotanya tidak mendorong untuk persatuan. Ini kita berada di Bundaran HI, belakang sini ada namanya Thamrin City, sebelahnya Grand Indonesia. Jadi, ini (MRT, red) adalah alat pemersatu, bukan sekedar alat pemindah badan," jelas Anies.

Lebih lanjut, Anies merasa senang karena dalam proses pembangunan sarana dan prasarana transportasi sekarang sudah menggunakan konsep integrasi. Proses sekarang, dinilainya sudah tidak berpikir sektoral.

"Saya senang sekali dalam proses ini, kita tidak mengulangi problem-problem yang pernah dilakukan. Di mana kita berpikir sektoral. MRT memikirkan MRT, Transjakarta memikirkan Transjakarta, microbus juga demikian. Sekarang, rancangan MRT juga sudah memperhitungkan integrasi," tegas Anies.

 



Sumber: BeritaSatu.com