Anies soal Polemik Formula E: Sudah Dijelaskan Sekda

Anies soal Polemik Formula E: Sudah Dijelaskan Sekda
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan didalam mobil listrik saat mengikuti konvoi melintas di kawasan Bunderan HI , Jakarta, Jumat 20 September 2019. ( Foto: Suara Pembaruan/Joanito De Saojoao )
Yustinus Paat / FMB Senin, 17 Februari 2020 | 20:58 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan enggan menanggapi polemik seputar penyelenggaraan Formula E di Monumen Nasional (Monas) Jakarta. Anies menyerahkan penjelasan polemik Formula E tersebut ke anak buahnya, Sekretaris Daerah Pemprov DKI Saefullah.

Salah satu polemik yang mencuat ke publik terkait rekomendasi dari Tim Analisis Cagar Budaya (TACB) dan Tim Sidang Pemugaran (TSP) untuk penyelenggaraan Formula E di Monas yang merupakan cagar budaya. Dalam suratnya kepada Ketua Komisi Pengarah Pembangunan Kawasan Medan Merdeka, Mensesneg M Praktikno, Anies mengaku mendapatkan rekomendasi dari TACB untuk penyelenggaraan Formula E di Monas yang merupakan cagar budaya.

Namun, TACB sendiri membantah jika pihaknya memberikan rekomendasi kepada Anies untuk penyelenggaraan Formula E di Monas. Ternyata, rekomendasi tersebut diberikan oleh TSP.

Anies enggan menanggapi soal polemik TACB dan TSP tersebut. Menurut dia, hal tersebut sudah dijelaskan oleh Sekda DKI Saefullah.

"Sudah jelaskan Pak Sekda kemarin," ujar Anies di Wisma Nusantara, Jakarta, Senin (17/2/2020).

Jawaban yang sama disampaikan Anies ketika ditanya soal tudingan Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi kepada Anies, yang dinilai membuat surat manipulatif terkait penyelenggaran Formula E ke Mensesneg M Praktikno. Menurut Anies, hal tersebut sudah dijelaskan oleh Sekda Saefullah.

"Semua sudah dijelaskan Pak sekda. Pakai penjelasan Pak sekda saja ya," tandas Anies.

Seblumnya, Saefullah mengakui bahwa pihaknya melakukan salah ketik di salah satu poin dalam surat Anies Baswedan ke Praktikno soal penyelenggaraan Formula E yang melintasi kawasan Monas.

Saefullah mengakui bahwa TACB dan TSP merupakan dua kelompok tim ahli yang berada di bawah Pemprov DKI Jakarta dengan tugas yang berbeda. TACB merupakan tim yang mengkaji kelayakan suatu benda, bangunan, lokasi, struktur atau satuan ruang geografis sebagai cagar budaya atau bukan cagar budaya. TACB ini beranggotakan 8 orang ahli cagar budaya yang bersertifikat nasional dari dirjen kebudayaan.

Sementara TSP merupakan tim yang dibentuk untuk memastikan dan mengkaji objek cagar budaya dinilai layak atau tidak dibuat pengembangan dan pemanfaatan untuk kegiatan tertentu termasuk mengkaji cagar budaya seperti Monas diperbolehkan menjadi ajang Formula E atau tidak.

TSP ini terdiri dari beberapa ahli yang tidak mutlak atau tidak wajib memiliki sertifikat kompetensi cagar budaya. TSP terdiri dari orang-orang yang memiliki keahlian tersendiri, seperti museumologi, arsitek, arkeologi, sipil dan lainnya.



Sumber: BeritaSatu.com