Tolong Penderita Serangan Jantung, Polantas Diberi Penghargaan dari Ombudsman

Tolong Penderita Serangan Jantung, Polantas Diberi Penghargaan dari Ombudsman
Anggota Lalu Lintas Polres Metro Jakarta Barat Bripka Sigit Prabowo mendapat penghargaan dari Ombudsman RI, Senin 17 Februari 2020. ( Foto: Humas Polda Metro Jaya )
Bayu Marhaenjati / FMB Senin, 17 Februari 2020 | 21:04 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Aksi heroik dan ketulusan anggota polisi lalu lintas Polres Metro Jakarta Barat Bripka Sigit Prabowo, membantu penumpang bus Tranjakarta yang mengalami serangan jantung di Halte Rumah Sakit Harapan Kita, menuai apresiasi dan penghargaan dari Ombudsman RI.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus mengatakan, Ombudsman RI memberikan penghargaan kepada Bripka Sigit Prabowo sebagai pelayan publik teladan, pada saat upacara apel kesiapan rutin, di Halaman Gedung Ombudsman RI, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, pagi tadi.

Penghargaan diberikan langsung oleh Ketua Ombudsman RI Prof. Amzulian Rifai, kepada Bripka Sigit. Hadir dalam kegiatan itu, Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo, Kapolres Jakarta Barat Kombes Pol Yulius Audie Sonny Latuheru, dan Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Barat Kompol Hari Admoko.

"Apresiasi diberikan oleh Ombudsman RI terkait aksi heroik Anggota Satuan Lalu Lintas Polres Metro Jakarta Barat Bripka Sigit Prabowo, yang menggendong seorang penumpang Transjakarta yang terkena serangan jantung dari Halte Transjakarta Harapan Kita hingga ke Rumah Sakit Harapan Kita pada Jumat pagi kemarin. Berkat kesigapan Bripka Sigit Prabowo pasien dapat cepat ditangani tim medis dan tertolong jiwanya," ujar Yusri, Senin (17/2/2020).

Dikatakan Yusri, pemberian penghargaan ini terkait dengan tugas dan fungsi Ombudsman sebagai lembaga yang berfungsi mengawasi penyelenggaraan pelayanan publik.

"Dalam sambutannya, Ketua Ombudman mengatakan, apa yang dilakukan oleh Bripka Sigit merupakan cerminan bagi kita semua atas pelayanan terbaik dan tanpa pamrih dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Apa yang telah dilakukan oleh Bripka Sigit merupakan hal yang patut diapresiasi, bukan hanya orang yang sekadar cedera kakinya, tapi ini adalah orang terkena serangan jantung, yang jika tidak cepat diberikan pertolongan mungkin nyawanya tidak akan tertolong," ungkapnya.

Yusri menyampaikan, kegiatan ini mungkin bersifat kecil, namun merupakan simbol karena Ombudsman tidak sembarangan dalam memberikan penghargaan kepada orang.

"Apa yang dilakukan oleh Bripka Sigit akan menjadi aspirasi bagi siapapun yang menjalankan tugas, apapun jabatan dan amanah yang ada padanya," katanya.

Sebelumnya diketahui, aksi heroik Bripka Sigit Prabowo menggendong Muhammad Darwin (50), yang sedang mengalami serangan jantung viral di media sosial.

Peristiwa ini bermula ketika Darwin warga Karawaci, Tangerang, sedang menumpang bus Transjakarta. Ketika bus hendak masuk ke Halte RS Harapan Kita, Darwin mendadak mengalami serangan jantung.

Petugas Transjakarta kemudian menghubungi polisi untuk meminta bantuan. Bripka Sigit yang sedang bertugas mengatur lalu lintas, mendengar instruksi pimpinan dari perangkat Handy Talkie (HT) agar merapat ke Halte RS Harapan Kita.

Sesampainya, Bripka Sigit melihat kerumunan warga yang sedang panik di halte. Kemudian, dia meminta penumpang agar membantu menurunkan Darwin dari halte. Sejurus kemudian, dia menggendong korban masuk ke dalam UGD RS Harapan Kita yang berjarak sekitar 200 meter.



Sumber: BeritaSatu.com