Tidak Transparan, Kadisbud DKI Dikritik DPRD

Tidak Transparan, Kadisbud DKI Dikritik DPRD
Pohon-Pohon baru ditanam di bagian pinggir area revitalisasi Monas, Senin, 3 Februari 2020. ( Foto: Beritasatu.com/Lenny Tristia Tambun )
Hotman Siregar / FMB Rabu, 19 Februari 2020 | 14:31 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pimpinan DPRD DKI Jakarta mengaku kecewa dengan Kepala Dinas Kebudayaan (Kadisbud) DKI Iwan Hendri Wardhana yang menutupi rekomendasi perhelatan Formula E di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat.

Koordinator Komisi E DPRD DKI Jakarta Zita Anjani menyesalkan tindakan Iwan yang merahasiakan rekomendasi itu dengan alasan publik tak perlu tahu urusan dapur Pemprov DKI, khususnya Disbud.

Menurut Zita, sikap Iwan itu tidak pantas. Pasalnya dana yang dikeluarkan untuk Formula E merupakan uang rakyat, dimana masyarakat juga harus tahu. Bahkan dalam programnya eksekutif dan legislatif harus mengetahui.

"Kemudian direspon dengan (ucapan) yang menurut saya ini kurang pantas ya. Pak Iwan, bahwa itu urusan dapur kami, itu uang saya, uang kami, enggak usah ikut-ikut. Saya rasa itu komunikasi yang enggak baik," ujar Zita dalam rapat Komisi E di gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Rabu (19/2/2020).

Padahal, lanjut Zita, meski Kadis Kebudayaan mengklaim urusan dapurnya tidak boleh diketahui, nyatanya masih banyak masalah di dalamnya. Pasalnya, belakangan terungkap rekomendasi agar Formula E bisa berjalan di Monas ini memiliki banyak kejanggalan.

"Sudah dapur berantakan, komentar di media dapurnya benar. Kan ini enggak benar. Jadi mohon ini jadi catatan penting. Tolong statement di publik itu dijaga dengan baik," tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com