Jakpro Hormati Keputusan DPR untuk Moratorium Revitalisasi TIM

Jakpro Hormati Keputusan DPR untuk Moratorium Revitalisasi TIM
Pekerja beraktivitas di lokasi proyek revitalisasi kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM) di Jakarta, Kamis (6/2/2020). Proses revitalisasi TIM yang ditargetkan selesai pada tahun 2021 itu sudah memasuki tahap II yakni membongkar gedung Graha Bhakti Budaya dan Galeri Cipta I. ( Foto: Aprillio Akbar )
Lenny Tristia Tambun / JAS Rabu, 19 Februari 2020 | 22:29 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – PT Jakarta Propertindo (Jakpro) menghormati keputusan Komisi X DPR yang memutuskan moratorium revitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM) karena dinilai cacat prosedur.

Demikian disampaikan Direktur Operasi PT Jakarta Propertindo (Jakpro) M Taufiqurrahman dalam kegiatan Preliminary Market Sounding ITF di Hotel Kempinsky, Jakarta, Rabu (19/2/2020).

Pihaknya juga menyatakan siap bila Komisi X DPR memanggil PT Jakpro untuk dimintakan keterangan mengenai proses revitalisasi TIM tersebut. “Kami akan mengikuti juga ada pemanggilan dari DPR," kata Taufiqurrahman.

Namun, bila moratorium dilakukan maka akan mengorbankan lukisan bersejarah karya seniman Indonesia. Karena proyek revitalisasi kawasan TIM ini, salah satu tujuannya untuk memberikan lokasi yang aman untuk sejumlah dokumentasi berharga dan aktivitas seniman. Saat ini lanjut dia, kondisi bangunan yang sudah tidak memadai.

"Jika itu dimoratorium, ya sudah artinya kita akan merelakan lukisan-lukisan yang mahal karya seniman kita menjadi tidak terawat dan terbengkalai,” ujar Taufiqurrahman.

Dalam lokasi yang sama, Direktur Proyek Revitalisasi TIM Lucky Ismayanti menegaskan moratorium revitalisasi TIM akan membuat para seniman tidak bisa beraktivitas. Karena pembangunan akan semakin lama selesainya dan bisa meleset dari target. Apalagi saat ini, pembangunan sudah berjalan 15 persen secara keseluruhan.

"Coba kita bayangkan jika memang proyek TIM dimoratoriumkan dengan sebagian yang kami memang sudah kerjakan. Artinya, pengerjaan pembangunan akan lama selesainya. Apakah kegiatan berkesenian para seniman ini tidak akan terhambat ke depannya?," ungkap Lucky Ismayanti.

Sebelumnya, Komisi X DPR menyimpulkan ada cacat prosedur dalam revitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM). Kesimpulan itu diambil usai rapat dengar pendapat umum dengan forum seniman peduli TIM di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin pagi.

Karena itu, Komisi X DPR bakal memanggil pihak terkait revitalisasi TIM. Termasuk Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. DPR langsung akan bersurat kepada Anies hari ini.



Sumber: BeritaSatu.com