Bangun 3 Pengolahan Sampah, Jakpro Cari Investor

Bangun 3 Pengolahan Sampah, Jakpro Cari Investor
Pekerja dengan menggunakan alat berat memindahkan sampah di area proyek Fasilitas Pengolahan Sampah Terpadu atau "Intermediate Treatment Facility" (ITF) Sunter, Jakarta, 12 Februari 2019. Proyek dengan kapasitas 2.200 ton per hari yang ditargetkan beroperasi pada 2021 itu hingga kini belum dimulai pembangunannya meski groundbreaking proyek telah dilakukan Desember 2018. ( Foto: Antara / Aprilio Akbar )
Carlos Roy Fajarta / BW Kamis, 20 Februari 2020 | 00:13 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - PT Jakarta Propertindo (Jakpro) mencari investor untuk pembangunan tiga fasilitas pengolahan sampah antara atau intermediate treatment facility (ITF).

Projects Director ITF Jakarta Propertindo, Adi Santosa menyebutkan, pencarian investor untuk pembangunan tiga ITF itu sesuai Pergub DKI Jakarta Nomor 65 Tahun 2019 tentang Penugasan kepada Persero Jakarta Propertindo dalam Penyelenggaraan Fasilitas Pengolahan Sampah Antara Di Dalam Kota.

"Jakpro serius menggarap proyek tiga ITF di Jakarta. Kami cari investor yang memiliki lahan, yang memiliki dana, dan yang memiliki teknologi kita kumpulkan dalam kegiatan ini," ujar Adi Santosa, Rabu (19/2/2020) di Jakarta Pusat.

Direktur Pengembangan Bisnis Jakpro Jakarta Propertindo, Hanief Arie Setianto menyebutkan, ada sejumlah kriteria untuk tiga lokasi ITF yang akan dibangun di Jakarta.

"Kapasitas total ITF ini nantinya 6.500 ton sampah per hari. Pemilihan lokasi akan dilakukan di Jakarta Barat, Jakarta Timur, dan Jakarta Selatan. Kriteria lokasi yakni mudah diakses, tidak mengganggu aktivitas masyarakat. Jika ada investor yang memiliki lahan dan memiliki akses jalan tol itu menjadi nilai tambah," ujar Hanief.

Ia menyebutkan, nantinya di tiga lokasi ITF tersebut akan dilintasi oleh 35 truk sampah sehingga perlu mempertimbangkan kapasitas jalan dan antrean truk layaknya TPST Bantar Gebang.

"Harus bebas banjir, karena fasilitas ITF tidak mungkin berhenti saat banjir. Dan yang paling penting pemrosesan sampah menjadi tanggung jawab mitra pemrakarsa, bukan Pemprov DKI Jakarta dan Jakpro," tambah Hanief.

Lebih lanjut ia menyebutkan, pihaknya masih melakukan finalisasi studi mengenai sampah penentuan area layanan. "Penyusunan pra studi kelayakan akan sampai April. Kemudian pemilihan mitra pada Mei 2020," tandasnya.

Sebagaimana diketahui, persentase sampah di ibukota yang mencapai 7.702 ton per hari. Sampah-sampah itu meliputi sampah rumah/residensial 60,5%, sampah dari ruang publik 8,3%, sampah pasar 2,8%, sampah dari perairan dan kepulauan 2,5%, serta sampah dari kawasan komersial 25,9%. Lokasi penampungan dan pengolahan sampah di TPST Bantar Gebang diprediksi akan penuh pada 2021. Sehingga, Pemprov DKI harus mencari cara untuk mengolah sampah sendiri.

Saat ini, Pemprov DKI tengah membangun ITF di Sunter, Jakarta Utara.Direktur Proyek ITF Sunter, Aditya Bakti Laksana belum bisa menjelaskan perkembangan terbaru.



Sumber: BeritaSatu.com