Bogor Hujan Deras, Warga Jakarta dan Bekasi Diimbau Waspada Banjir

Bogor Hujan Deras, Warga Jakarta dan Bekasi Diimbau Waspada Banjir
Luapan air Sungai Ciliwung di Bendung Katulampa, Kota Bogor, Selasa pagi, 20 Februari 2020. ( Foto: Beritasatu.com/Vento Saudale )
Vento Saudale / CAH Kamis, 20 Februari 2020 | 08:52 WIB

Bogor, Beritasatu.com – Hujan dengan intensitas sedang hingga deras yang mengguyur Bogor sejak Selasa (2­0/2/2020) pagi mengakibatkan tinggi muka air Ciliwung dan Cileungsi meluap. Wilayah Jakarta dan Bekasi pun diimbau waspada banjir.

Berdasarkan data di Bendung Katulampa, ketinggian air mulai naik sekitar pukul 03.00 WIB berbarengan dengan hujan deras di wilayah Bogor. Pada pukul 03.00 TMA Katulampa 40 sentimeter (cm) atau masih dalam level normal.

“Sekitar pukul 04.00, TMA mulai naik ke 70 cm dan pada pukul 05.00 TMA naik drastis 150 cm atau dalam posisi Siaga III Banjir Jakarta. Pada pukul 07.00 TMA masih di posisi siaga tiga 120 cm dan pukul 08.00 menjadi 90cm,” papar Kepala Pengawas Bendung Katulampa Andi Sudirman mengkonfirmasi, Selasa (20/2/2020) pagi.

Bendung Katulampa Siaga III, Warga Bantaran Sungai Waspada Banjir

Status Siaga III pun terjadi di Pintu Panus, Depok dengan TMA 230 cm. Juga di Pintu Pesanggarahan 165 cm. Sedangkan di Pintu Manggarai TMA masih dalam status aman dengan ketinggian 670 cm.

“Limpahan air sampai huju Jakarta akan terjadi sekitar 8 hingga 10 jam setelah naik di Katulampa,” kata Andi.

Sedangkan berdasarkan data Komunitas Pedulu Sungai Ciluengsi CIkeas (KP2C), ketinggian Sungai Cileungsi yang bermuara di Bekasi juga mengalami peningkatan debit air.

Pada pukul 08.00 TMA di hulu Cileungsi ketinggian air mencapai 140 cm atau dalam posisi siaga IV dengan batas normal 100 cm. Untuk Sungai Cikeas TMA 195 cm atau masih dalam status normal.

Sedangkan untuk ketinggian air sungai di titip pertemuan antara Sungai Cileungsi dan Cikeas ketinggian air 490 cm atau dalam posisi Siaga I.

“Perkiraan waktu perjalanan air dari hulu ke Bojongkulur, Kabupaten Bogor dan wilayah Jatiasih, Bekasi sekitar tiga hingga empat jam,” kata Ketua KP2C Puarman.



Sumber: BeritaSatu.com