Program Samtama, Anies Baswedan Targetkan 30% Sampah DKI Berkurang

Program Samtama, Anies Baswedan Targetkan 30% Sampah DKI Berkurang
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di acara peringatan puncak HPSN 2020 di RW 03, Kelurahan Cempaka Putih Timur, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Jumat (21/2/2020). ( Foto: Beritasatu.com / Yustinus Paat )
Yustinus Paat / FMB Jumat, 21 Februari 2020 | 11:15 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan sekitar 30 persen sampah di DKI Jakarta akan berkurang dengan adanya program "Sampah Tanggung Jawab Bersama" atau Samtama. Program ini sudah diluncurkan Pemprov DKI Jakarta pada Agustus 2019 lalu di 22 Rukun Warga (RW) dari 2.927 RW di seluruh Jakarta.

"Dengan proses seperti ini (Samtama) maka akan terjadi pengurangan jumlah sampah yang dibawa ke TPA (tempat pembuangan akhir). Berapa berkurangnya? Ditargetkan 30 persen berkurang," ujar Anies saat memberikan sambutan di acara peringatan puncak Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2020 di RW 03, Kelurahan Cempaka Putih Timur, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Jumat (21/2/2020).

Anies mengungkapkan volume sampah di DKI Jakarta berjumlah 7.600 ton per hari. Kurang lebih 60 persen sampah tersebut berasal dari pemukiman rumah tangga atau warga. Menurut dia, pelibatan masyarakat dalam mengelolah sampah merupakan salah satu cara efektif mengurangi jumlah sampah di DKI Jakarta.

"Target dari pengelolaan sampah adalah terjadinya pelibatan masyarakat untuk pengelolaan sampah dari rumah tangga, lingkungan sampai unsur pemerintah," tandas dia.

Anies juga mengajak warga DKI Jakarta untuk mengubah mindset atau pola pikir terhadap pengelolaan sampah. Menurut dia, masyarakat tidak bisa lagi berpikir bahwa sampah itu urusan orang lain atau pemerintah, namun perlu ditanamkan kesadaran bahwa sampah merupakan tanggung jawab bersama.

"Diperlukan partisipasi, saya ajak semua, mari sadari sampah adalah sisa dari kegiatan kita, tanggung jawab kita untuk kelola sisa itu. Sisa ini bukan dilakukan oleh orang lain, tapi oleh kita sendiri, tuntaskan untuk pengelolaannya," tutur dia.

Menurut Anies, RW 03 Cempaka Putih Timur merupakan salah satu RW pencontohan dalam pengolalaan sampah. Sebagian sampah warga tidak lagi langsung dibuang ke TPA, tetapi diolah atau didaur ulang oleh warga melalui aktivitas 3R (reduce, reuse dan recycle).

"RW 03 Cempaka Putih Timur di sini sudah terjadi dan bisa menjadi contoh bagaimana yang disebut sampah dari tiap pribadi keluarga itu diberikan tempat yang tepat, tempat sesuai lalu diolah dan sisanya diambil Dinas Lingkungan Hidup. Kami berharap semua daerah di Jakarta bisa mengelola sampah seperti ini," pungkas Anies.

Kegiatan "Samtama" merupakan inisiasi Gubernur DKI Jakarta berdasarkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah serta Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Sampah.

Kegiatan Samtama terbagi menjadi dua bagian, yaitu Kampung Samtama dan Laskar Samtama. Kampung Samtama diisi oleh warga RW setempat yang memiliki inisiatif untuk memperbaiki pengelolaan sampah di kampungnya. Sementara Laskar Samtama adalah orang yang telah diseleksi untuk membantu mengelolah sampah.

Relawan Laskar Samtama berasal dari beragam profesi, seperti ibu rumah tangga, mahasiswa, pegawai swasta, guru, seniman, bahkan ada ASN Pemprov DKI Jakarta. Relawan Laskar Samtama akan diajak ke TPST Bantargebang untuk melihat pengolahan sampah secara langsung, sekaligus untuk mengikuti sesi edukasi mengenai pengelolaan sampah.