DKI Uji Coba Pengaspalan Sirkuit Formula E di Area Monas

DKI Uji Coba Pengaspalan Sirkuit Formula E di Area Monas
Kondisi terkini kawasan Cagar Budaya Monumen Nasional (Monas) Jakarta Pusat yang dilakukan penebangan puluhan pohon di sisi Plaza Selatan dan akan dilakukan pengaspalan pada batu alam (cobblestone) di sisi Selatan dan setengah sisi Barat. ( Foto: BeritaSatu Photo / Carlos Roy Fajarta )
Lenny Tristia Tambun / JAS Sabtu, 22 Februari 2020 | 14:33 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Masyakarat dikagetkan dengan beredarnya empat foto yang menggambarkan kegiatan pengaspalan jalan di dalam area Monas di media sosial. Pengaspalan tersebut dilakukan sebagai uji coba untuk lintasan sirkuit Formula E.

Foto tersebut diunggah oleh akun Twitter @kirekswasta. Dari foto-foto yang diunggah terlihat sejumlah pekerja sedang sibuk mengaspal jalanan di Monas.

Tampak aspal yang dipasang baru di sisi kanan jalan dan pengaspalan baru dilaksanakan sepanjang dua meter saja. Masih dalam foto tersebut, proses pengerjaan tersebut dilakukan malam hari. Sejumlah alat berat juga sudah disiapkan di lokasi.

"Monas sedang uji coba ditimpa aspal untuk sirkuit Formula E, tanpa kajian dan yang pasti rekomendasinya tipu-tipu, ini mirip pas menebang pohon mahoni sih," tulis akun tersebut.

Ketika dikonfirmasi, Deputy Director Communications Formula E Hilbram Dunar membenarkan kabar tersebut. Ia mengatakan foto-foto tersebut memang pengerjaan uji coba pengaspalan untuk Formula E. Pengaspalan dilakukan dengan dua metode, yakni metode sandsheet dan geotextile.

“Semalam adalah uji coba pengaspalan dengan dua metode, yaitu Sandsheet dan Geotextile, untuk menentukan mana yang paling efektif apabila nanti dikembalikan ke cobblestone,” kata Hilbram, Sabtu (22/2/2020).

Meski masih uji coba, pengaspalan jalan di dalam area Monas mendapat protes keras dari anggota DPRD DKI Fraksi PDI Perjuangan Gilbert Simanjuntak. Ditegaskannya, batu alam atau cobblestone yang menjadi pondasi jalan di dalam Monas tidak bisa dilakukan pengaspalan karena akan membuat jalan tersebut tidak bisa menyerap air ke dalam tanah.

“Menutupi cobblestone dengan hotmix (aspal) akan membuat banjir semakin berat di kawasan Monas dan Istana,” kata Gilbert.



Sumber: BeritaSatu.com