Pemilihan Wagub DKI, Momentum DPRD Bangun Kepercayaan Publik

Pemilihan Wagub DKI, Momentum DPRD Bangun Kepercayaan Publik
Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi (kiri) bersalaman dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam rapat paripurna di gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu, 19 Februari 2020. ( Foto: Suara Pembaruan / Joanito De Saojoao )
Yustinus Paat / FER Sabtu, 22 Februari 2020 | 18:20 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kepercayaan publik terhadap DPRD DKI dinilai akan meningkat jika secara resmi melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk mengawasi mengawasi proses pemilihan wakil gubernur (Wagub) DKI Jakarta.

"Kepercayaan publik terhadap DPR termasuk DPRD secara umum sangat rendah,” ujar analis politik dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedillah Badrun, di acara Polemik bertajuk "Nanti Kita Cerita tentang Wagub Hari Ini" di Ibis Tamarin, Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Sabtu (22/2/2020).

Menurut Ubedillah, kepercayaan publik terhadap DPRD DKI akan meningkatkan jika secara resmi meminta KPK dan PPATK untuk memantau dan mengawasi proses pemilihan Wagub DKI.

Baca Juga: KPK Diminta Awasi Pemilihan Wagub DKI

"Pemilihan wagub ini menjadi peluang bagi DPRD membangun kepercayaan publik dengan cara libatkan, undang saja resmi kepada KPK dan PPATK untuk mengawasi proses ini. Dengan ini, DPRD akan mendapatkan keuntungan politis termasuk kepercayaan terhadap proses pemilihan wagub DKI," ungkap Ubedillah.

Sebelumnya, PKS dan Gerindra sama-sama mendorong KPK termasuk PPATK mengawasi proses pemilihan Wagub DKI untuk mencegah terjadinya politik transaksional atau politik uang.

Kedua partai pengusung calon wakil gubernur (Cawagub) ini yakin kehadiran KPK bisa memastikan pemilihan transparan, bukan berdasarkan uang, tetapi berdasarkan kualitas dan integritas.



Sumber: BeritaSatu.com