BMKG: Waspadai Hujan Sangat Lebat Jelang Dinihari di Jakarta

BMKG: Waspadai Hujan Sangat Lebat Jelang Dinihari di Jakarta
BMKG Keluarkan Peringatan Hujan Lebat ( Foto: Youtube.com/BeritaSatu / BSTV )
Ari Supriyanti Rikin / RSAT Minggu, 23 Februari 2020 | 19:24 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Potensi hujan yang dipengaruhi faktor pertumbuhan awan lokal diperkirakan masih akan terjadi beberapa hari ke depan khususnya di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek). Perlu diwaspadai hujan yang turun pada malam hari hingga dinihari dengan skala sedang hingga sangat lebat.

"Beberapa hari ke depan di wilayah Jabodetabek potensi curah hujan lebat hingga sangat lebat masih berpeluang terjadi sampai 25 Februari 2020," ujar Deputi Bidang Meteorologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Mulyono Prabowo, Minggu (23/2/2020).

Mulyono mengungkapkan, hujan kemungkinan terjadi pada malam hingga dinihari merata di beberapa wilayah Jakarta seperti Jakarta Selatan, Timur, Pusat, Utara dan Kepulauan Seribu. Sedangkan pada pagi-siang hari cenderung berawan. Hanya di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur yang muncul hujan ringan pada pagi hari.

Ia menambahkan, hujan yang bersifat lokal dan sporadis ini menandakan puncak musim hujan yang terjadi pada Februari. BMKG memperkirakan hujan masih akan berlangsung hingga Maret 2020 namun intensitasnya cenderung menurun menjelang akhir bulan.

Seperti diketahui  hujan lebat yang terjadi pada Sabtu malam hingga Minggu (22-23/2/2020) mengakibatkan  sejumlah wilayah Jakarta dilanda banjir.

Dari catatan BMKG, curah hujan di Jabodetabek pada Sabtu  pukul 07.00 WIB hingga Minggu yang terpantau beberapa stasiun pengamatan curah hujan tercatat sangat lebat hingga ekstrem. Beberapa stasiun pengamatan yang mencatat curah hujan ekstrem antara lain Pintu Air Pulogadung 241 milimeter (mm) per hari, Manggarai 228, Kelapa Gading 184,2, Pulomas 182, Setiabudi Timur 154 mm per hari. Dalam pengukuran jika curah hujan lebih dari 150 mm per hari tergolong ekstrem.

Sementara itu, sejumlah stasiun pengamatan lainnya mengukur curah hujan sangat lebat, seperti di Stasiun Meteorologi Kemayoran 125,7 mm per hari.

Mulyono mengatakan, sejak Sabtu (22/2/2020) BMKG melihat adanya pertumbuhan awan signifikan di utara Selat Sunda, bagian utara Lampung dan utara Banten.

Dari kondisi itu terlihat adanya daerah konvergensi (pertumbuhan awan hujan) di selatan Samudera Hindia hingga Sumatera, ke selatan Banten lalu memanjang ke Jawa Timur hingga Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Dari sisi konveksi di utara Jawa bagian barat Banten, Serang lalu ke Jabodetabek sampai dengan utara Pantura bagian barat terpantau adanya pertumbuhan awan," katanya.

Ia menambahkan, di hari-hari sebelumnya memang terlihat pertumbuhan awan yang signifikan di wilayah tersebut.

 

 



Sumber: BeritaSatu.com