RSCM Rujuk Pasien Terapi Tomografi ke Rumah Sakit Lain

RSCM Rujuk Pasien Terapi Tomografi ke Rumah Sakit Lain
Departemen Radiologi RSCM dan selasar RSCM tergenang, Minggu (23/2/2020) ( Foto: BeritasatuTV )
Dina Manafe / RSAT Senin, 24 Februari 2020 | 12:08 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pasca terendam banjir, Minggu (23/2/2020) pagi, pelayanan di RSUP Nasional Dr Cipto Mangunkusumo (RSCM) tetap berjalan. Hanya ada sejumlah pasien yanng akan dirujuk ke rumah sakit lain.

Direktur Utama RSCM, Lies Dina Liastuti mengatakan, khusus untuk terapi dengan mesin tomografi dokter akan mengalihkan pasien ke alat lain jika dimungkinkan. Jika tidak, maka dilakukan proses rujukan ke RS lain sesuai koordinasi pihak RSCM. Ada sekitar lima pasien kanker yang kemungkinan akan dirujuk.

“Kami sedang mengaturnya. Kalau pun nanti dirujuk, ada sekitar lima pasien. Tetapi kami masih coba dulu maksimal mungkin untuk kenyamanan pasien, daripada mondar-mandiri,” kata Lies ketika dihubungi Beritasatu.com, Senin (24/2/2020).

Lies menjelaskan, di dalam pusat radiologi yang terendam banjir berisi sejumlah mesin terapi, seperti tomografi, CT Scan, dan MRI. Mesin-mesin ini bisa menangani 70 hingga 80 pasien per hari, dan setiap hari penuh. Begitu ada mesin yang rusak sudah pasti pelayanan terganggu.

Dari semua alat ini, tomografi adalah yang paling canggih dan termahal. Alat ini adalah satu-satunya di Indonesia. RS lain tidak memilikinya. Jika rusak, terapi pasien bisa menggunakan mesin lain, tetapi tidak seakurat tomografi. Setiap hari ada sekitar 40 pasien yang dilakukan tomografi.

RSCM sudah berkoordinasi dengan sejumlah RS untuk rujukan pasien tomografi. Ada beberapa RS di Jakarta yang bisa melakukan radioterapi, seperti RS Kanker Dharmais, RSUD Pasar Minggu, RS Gading Pluit, dan MRCCC Siloam Semanggi. Tetapi radioterapi yang paling mirip atau mendekati tomografi dan memungkinkan pasien tidak menunggu lama adalah RS Gading Pluit.

Lies menjelaskan, radioterapi dengan mesin tomografi adalah terapi paling ujung untuk seorang pasien kanker, di samping ada obat, kemoterapi, dan operasi. Tomografi adalah teknik radiografi untuk memperlihatkan gambaran lapisan-lapisan tubuh tertentu dengan cara mengaburkan lapisan atas dan bawahnya. Jika seorang pasien terdeteksi ada benjolan, maka harus dilakukan planning, seperti foto, pemetaan, dan lain-lain.

“Susah kalau pasien dikirim ke RS yang belum punya planning. Jadi harus ke RS yang mesinnya bisa terima gambar kondisi pasien. Jadi gambar itu ada di dalam komputer, kita cetak lalu dimasukkan dalam sistem komputer RS lain,” kata Lies.

Lebih jauh Lies menjelaskan, proses pengeringan alat radiologi yang terpapar genangan air telah selesai dilakukan. Pagi ini akan dilakukan uji fungsi alat tersebut bersama Bappeten. Pelayanan pasien radiologi tetap berjalan seperti biasa dan dilakukan di unit lain seperti UGD, RSCM Kencana dan RSCM Kiara. Banyak RS lain yang sudah menawarkan bantuan.

“Ada pasien yang memang sudah dijadwalkan untuk radioterapi hari ini. Kami sisipkan ke UGD, Kencana dan Kirana. Kalau tidak cukup, kami sudah koordinasikan dengan RS lain. Banyak yang siap bantu,” kata Lies.

Pasien yang radioterapi juga kebanyakan adalah peserta BPJS Kesehatan. Karenanya RSCM berkoordinasi dengan RS yang melayani pasien BPJS. Jika jadi dirujuk nanti, status pasien adalah rujukan parsial. Artinya tetap merupakan pasien RSCM, tetapi secara parsial dikirim ke rumah sakit lain hanya untuk pemeriksaan, bukan dirawat. Jadi setelah pemeriksaan, pasien kembali ke RSCM. Secara teknis, RSCM kirim pasien dengan ambulans ke rumah sakit lain tersebut. Setelah menjalani pemeriksaan, pasien kembali dengan ambulans tersebut. Jadi pasien tetap dibiayai BPJS Kesehatan.

Lies juga mengatakan, meskipun alat-alat di radioterapi kena banjir, pelayanan tetap jalan dan tidak ada antrian. Karena pasien tidak langsung datang ke radiologi melainkan melalui sejumlah alur pelayanan. Mulai dari unit rawat jalan, poli klinik, UGD dan rawat inap. Di setiap unit ini ada sistem informasinya, sehingga sebelum mengirimkan pasien ke radiologi, dokter harus memastikan dulu ruangan ini siap.