Batan Kembali Temukan Zat Radioaktif di Perumahan Batan Indah

Batan Kembali Temukan Zat Radioaktif di Perumahan Batan Indah
Bareskrim Polri menemukan kembail zat yang diduga mengandung radioaktif di Perumahan Batan Indah Blok A no. 22. ( Foto: istimewa )
Chairul Fikri / CAH Senin, 24 Februari 2020 | 16:47 WIB

Tangerang, Beritasatu.com - Badan Nuklir Nasional (Batan), Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) dan Kepolisian kembali menemukan zat radioaktif di PerumahanBatan Indah, Serpong Tangerang Selatan pada Senin (23/2/2020). Penemuan zat yang diduga mengandung radioaktif itu ditemukan di Perumahan Batan Indah di Blok A No. 22. 

"Iya benar (ditemukan zat radioaktif lagi), dan saat ini tengah diselediki oleh Pihak Batan dan Bapeten bersama tim dari Gegana Mabes Polri," ungkap Kapolres Metro Tangerang Selatan, AKBP Iman Setiawan saat dihubungi sejumlah media, Senin (24/2/2020).

Pihaknya mengaku belum bisa memaparkan zat radioaktif apa yang ditemukan di rumah sepasang suami istri yang telah memiliki tiga anak itu.

Pembuang Bahan Radioaktif di Batan Masih Dicari

"Nanti lengkapnya akan kita informasikan lengkap," lanjut Kapolres.

Pihak Kepala Biro Hukum Kerja Sama dan Komunikasi Publik Bapeten, Indra Gunawan yang dihubungi terpisah belum bisa berkomentar banyak terkait temuan tersebut. Lantaran kasusnya kini ditangani oleh Bareskrim Polri.

"Yang nanti menginfokan adalah pihak Kepolisian, karena kasusnya sendiri ditangani pihak Bareskrim Polri. Dan Bapeten hanya melakukan dukungan tekhnik kepada Tim dari Polri," tandasnya.

Radiasi di Batan Indah Bukan Akibat Kebocoran Reaktor

Pihak Kepolisian sendiri hari ini memeriksa sebuah rumah di Perumahan Batan Indah tepatnya di Blok A No. 22. Garis Polisi pun dibentangkan di blok A dikedua sudutnya. Dan areal sekitar rumah di Blok A no. 22 juga distrerilkan oleh pihak Kepolisian, dan Polisi degan berpakaian lengkap disertai masker khusus hingga kini melakukan pemeriksaan terhadap rumah dan penghuni rumah tersebut.

Terlihat ada beberapa barang yang dibawa dari dalam rumah tersebut yang dimasukan ke dalam drum kuning pengangkut limbah milik Batan.



Sumber: BeritaSatu.com