Ciliwung Meluap, Empat Pintu Air di Jakarta Satu Banjir

Ciliwung Meluap, Empat Pintu Air di Jakarta  Satu Banjir
Seorang warga berenang saat debit air sungai Ciliwung naik di kawasan Bukit Duri, Jakarta Selatan, ( Foto: Suara Pembaruan / Joanito De Saojoao )
Vento Saudale / CAH Selasa, 25 Februari 2020 | 07:00 WIB

Bogor, Beritasatu.com – Hujan yang mengguyur wilayah Jabodetabek sejak Selasa (25/2/2020) dini hari mengakibatkan tinggi muka air (TMA) Ciliwung meluap. Status TMA Ciliwung di Katulmpa Bogor dalam siaga IV, sedangkan di Pintu Manggarai, Karet, Istiqlal dalam status Siaga I.

Berdasarkan data yang diperoleh di Pos Pengawas Bendung Katulampa, Kota Bogor, pada pukul 06.00, TMA Ciliwung di Bendung Katulampa berada di ketinggian 70 sentimeter (Siaga IV), begitu pun di Pintu Panus Depok, ketinggian 160 cm (Siaga IV).

“Hujan terjadi di wilayah aliran sungai, sedangkan di hulu (Puncak) cuaca mendung,” kata pengawas Bendung Katulampa, Andi Sudirman, mengkonfirmasi pada pukul 06.30 WIB.

Kata dia, Status siaga I terjadi di Pintu Manggarai dengan TMA 955 cm dari normal 600 cm, Pintu Karet 700 cm (normal 300 cm), Jembatan Merah 285 cm (normal 90 cm), dan Istiqlal 360 cm (normal 200 cm).

Pun saat ini Ciliwung di Katulampa masih dalam kategori aman atau normal, Andi tetap memberikan imbauan kepada masyarakat di bantaran Sungai Ciliwung tetap waspada. Karena curah hujan masih akan terjadi di hulu Sungai Ciliwung, Puncak.

“Masih harus waspada, karena kiriman air dari Puncak bisa saja naik tiba-tiba,” paparnya.

Cuaca pada Selasa pagi, baik di Kota Bogor dan hulu Ciliwung (Puncak) dalam keadaan mendung. BMKG memprediksi Bogor dan sekitarnya masih berpeluang diguyur hujan deras pada Jumat sore menjelang petang.



Sumber: BeritaSatu.com