Pemprov DKI Fokus Tangani Warga Terdampak Banjir

Pemprov DKI Fokus Tangani Warga Terdampak Banjir
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memnatau banjir Jakarta di Pintu Air Manggarai, Jakarta Pusat, Selasa (25/2/2020). ( Foto: Beritasatu.com / Yustinus Paat )
Yustinus Paat / WM Selasa, 25 Februari 2020 | 20:18 WIB

 

Jakarta, Beritasau.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menegaskan, pihaknya fokus menangani warga terdampak banjir Jakarta yang disebabkan hujan lokal yang lebat dan ekstrem dari Senin (24/2/2020) malam hingga Selasa (25/2/2020) pagi. Pemprov DKI, kata Anies, telah mengerahkan seluruh sumber daya untuk membantu dan mengevakuasi warga yang terdampak banjir.

"Sekarang konsentrasi pada penanggulangan bencana di masyarakat, jadi konsentrasi kita ke sana, semua sumber daya kita lakukan, kita siapkan untuk terjun, semua kegiatan pemprov difokuskan ke lapangan, pertemuan rapat batal semuanya, turun ke lapangan," Anies saat memantau Pintu Air Manggarai, Jakarta Pusat, Selasa (25/2/2020).

Dinas-dinas terkait, kata Anies, harus berkoordinasi dan bekerja sama untuk membantu evakuasi warga di daerah-daerah terdampak banjir. Selain itu, membangun pos pengungsian dan pos kesehatan di wilayah-wilayah terdampak serta menyediakan pasokan kebutuhan pokok bagi masyarakat.

"Kemudian bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan, kontak kami di 112, atau datang di kelurahan terdekat, akan dibantu respons, semua yang menjadi kebutuhan masyarakat," tutur dia.

Hingga Selasa sore, lanjut Anies, sudah terdapat 74 tempat pengungsian di seluruh Jakarta. Dari jumlah tersebut, terdapat 49 tempat pengungsian yang dikelola Pemprov DKI dan 25 tempat yang dikelola masyarakat. Setiap tempat pengungsian terdapat pos kesehatan dan masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan gratis.

"Jumlah pengungsi tidak fix karena mereka datang dan pergi. Berkisar 12.000 hingga 15.000. Dinas Sosial menyiapkan makanan yang cukup untuk semuanya," ungkap dia.

Berdasarkan hasil pengamatan dan pemantauan Anies secara langsung di pintu air Manggarai dan Karet pada Selasa, ketinggian air akibat banjir berangsur surut menjelang sore hari. Dia mencontohkan, pintu airnya Manggarai di pagi hari masuk siaga 1 dengan ketinggian air 965 cm dan sorenya sudah turun hingga 850 cm.

"Tadi pagi jumlah RW yang tergenang ada 294, sore ini masih ada 236 RW yang tergenang. Lalu kemudian ruas jalan Jakarta itu 1.522, ada 72 ruas jalan yang masih tergenang, artinya permukaan airnya di atas 30 cm, artinya tidak bisa dilewati," pungkas Anies.

Sementara itu, Kepala Dinas SDA Provinsi DKI Jakarta, Juaini, menuturkan, saat ini pihaknya telah menyiapkan 170 pompa mobil untuk penanggulangan genangan serta mengerahkan seluruh petugas untuk membantu evakuasi warga terdampak banjir. Dia juga mengatakan hingga saat ini pihaknya terus melakukan pengerukan saluran untuk mengurangi terjadinya luapan air.

"Yang jelas kita tim SDA saat ini sudah di lapangan semua, mengupayakan bantu warga untuk pengungsian. Apa yang kita punya semua kita kerahkan dengan masing-masing wilayah bervariasi, ada yang 800 petugas dan ada yang sampai 1.000 petugas," terang Juaini.



Sumber: BeritaSatu.com