Bank DKI Ingin Terlibat Pendanaan Proyek Fase III MRT

Bank DKI Ingin Terlibat Pendanaan Proyek Fase III MRT
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kiri) dan Duta Besar Jepang untuk RI Masafumi Ishii (dua kanan) mengamati Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta Silvia Halim (dua kiri) dan Representative Shimizu-Adhi Joint Venture Yutaka Okumura (tengah) menandatangani kerjasama (MOU) proyek pembangunan MRT fase 2A dan lingkup kerja CP201 di Stasiun Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Senin, 17 Februari 2020. ( Foto: Suara Pembaruan / Joanito De Saojoao )
Lenny Tristia Tambun / FER Kamis, 27 Februari 2020 | 20:46 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Bank DKI ingin terlibat dalam pendanaan pembangunan Fase III Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta dengan rute Ujung Menteng ke Kalideres.

Baca: Anies Baswedan Sebut MRT Wujud Kesetaraan

Direktur Utama Bank DKI, Zainuddin Mappa, mengatakan, niatan tersebut, sebagai komitmen dalam membangun dan mengembangkan sinergi dengan badan usaha milik daerah (BUMD) di DKI Jakarta.

“Misal MRT yang akan membangun jalur Ujung Menteng ke Kalideres itu kita juga akan ajak Bank Pembangunan Daerah (BPD) lain untuk ikut serta melalui sindikasi," kata Zainuddin Mappa, di Jakarta, Kamis (27/2/2020).

Menurut Zainuddin Mappa, dana investasi tersebut akan dihitung berdasarkan kebutuhan dana yang dibutuhkan MRT dan kesiapan BPD. Saat ini, PT MRT Jakarta masih menghitung dana yang dibutuhkan untuk pembangunan fase III rute Kalideres-Ujung Menteng.

Rute Kalideres-Ujung Menteng merupakan bagian dari koridor Timur-Barat (East-West) yang terbentang dari Balaraja hingga Cikarang sepanjang 31,7 Km.

Baca: MRT Targetkan 100.000 Penumpang per Hari

Untuk tahap awal, MRT Jakarta akan fokus pada rute di dalam kota (inner Jakarta). Jika Pemprov DKI setuju, pembangunan koridor Timur-Barat inner Jakarta akan dibagi menjadi dua tahapan, yaitu stage I Kalideres-Cempaka Baru sepanjang 20,1 km dan stage II Cempaka Baru-Ujung Menteng 11,6 km.

Lantaran besarnya dana yang dibutuhkan, MRT Jakarta mengaku skema pembiayaan koridor Timur-Barat tidak bisa menggunakan strategi pinjaman antarpemerintah (G to G) seperti koridor Utara-Selatan fase I dan II. Melainkan mencari pinjaman dari investor atau BUMD dan BUMN.

Direktur Keuangan dan Administrasi MRT Jakarta, Tuhiyat mengatakan, kerja sama dengan Bank DKI sebenarnya telah dirintis melalui pengelolaan administrasi keuangan MRT. Terdapat empat bentuk rintisan kerja sama di antaranya payroll system, operational financing, fund placement, dan kesejahteraan lainnya.

Tuhiyat mengungkapkan, jumlah penumpang MRT kurun waktu Maret hingga Desember 2019 mencapai rata-rata 89.645 penumpang per hari. "Peningkatan jumlah penumpang mengalami tren positif setiap bulannya dengan total per tahun mencapai 24.621.467 penumpang,” jelas Tuhiyat.



Sumber: BeritaSatu.com