Kadis Perumahan DKI Mundur karena Kinerja Tak Maksimal

Kadis Perumahan DKI Mundur karena Kinerja Tak Maksimal
Walikota Kota Administrasi Jakarta Barat, Rustam Effendi (kanan), Direktur Utama Bank DKI, Zainuddin Mappa (tengah), Kadin Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi DKI Jakarta, Kelik Indriyanto (dua kanan), Kepala UPRS KS. Tubun dan Jatirawasari, Sarjoko (kiri) dan Direktur Filantra, Asep Nurdin (kedua kiri) sedang melakukan tinjauan tanaman hidroponik yang ada di kebun hidroponik Rusunawa KS. Tubun, Jakarta (15/10/2019). ( Foto: Beritasatu Photo/Uthan )
Yustinus Paat / BW Kamis, 27 Februari 2020 | 21:24 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Kepegawain Daerah (BKD) DKI Jakarta mengungkapkan alasan mundurnya Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi DKI Jakarta Kelik Indriyanto dari jabatannya. 


Kelik dinilai tidak maksimal dalam bekerja, termasuk melakukan pemasaran hunian murah yang menjadi program andalan Gubernur Anies Baswedan, yakni rumah DP Rp 0.


"Ada beberapa mekanisme perjanjian kontrak kinerjanya yang memang tidak maksimal. (Rumah DP Rp 0) bagian dari mekanisme itu. Itu kan bagian dari kontrak kinerja,” kata Kepala BKD Chaidir saat ditemui di Balai Kota DKI Jakarta Kamis (27/2/2020).


 Dari evaluasi kinerja yang dilakukan BKD dan tim ad hoc terhadap Kepala Dinas dan PNS DKI, kata Chaidir, Kelik merupakan kadis dengan predikat kinerja terburuk. Menurut dia, hal tersebut tidak bisa ditoleransi oleh pihak BKD.


"Yang paling sangat signifikan ya baru pak Kelik yang kita evaluasi kinerjanya. Yang lain masih di atas angka rata-rata lah. Masih bisa ditoleransi, artinya masih bisa berlanjut," tandas dia.


BKD, kata Chaidir, memberikan dua pilihan kepada Kelik. Pertama, Kelik tetap bertahan sebagai Kadis dengan berbagai persyaratan yang disodorkan BKD atau kedua mengundurkan diri dan memilih jabatan lain. Kelik, tutur dia, memilih opsi mengundurkan diri dan memilih jabatan lain.


"Contoh kasus Pak Kelik. Dia ingin memilih dalam jabatan yang lain. Karena ada beberapa mekanisne perjanjian kontrak kinerjanya yang memang tidak maksimal," ujar dia.


Kelik akhirnya memilih bergabung dengan Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) di bidang prasarana. Kelik pun turun jabatan dari Kadis yang setara eselon II menjadi tenaga fungsional ahli yang hanya mendapatkan tunjangan struktural. 


Posisi Kelik sebagai Kadis Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi DKI Jakarta diisi oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang UPT DP Rp 0, Prajoko.

Diketahui, hingga 2019, baru 100 unit rumah DP Rp 0 yang terjual dari 780 unit Klapa Village, Jakarta Timur.



Sumber: BeritaSatu.com