Anggaran Biaya Tak Terduga Kota Depok Tinggal 10%

Anggaran Biaya Tak Terduga Kota Depok Tinggal 10%
Dari 33 makam yang hilang, baru satu makam berhasil dievakuasi.
Bhakti Hariani / BW Kamis, 27 Februari 2020 | 21:42 WIB

Depok, Beritasatu.com - Wali Kota Depok Mohammad Idris menuturkan, biaya tak terduga (BTT) Kota Depok tinggal 10% dari total anggaran sebesar Rp 20 miliar. 


"Ini baru Februari tinggal tersisa 10% saja. Maka bisa dipastikan akan kami tambah. Nanti akan kami hitung itu, kemungkinan penambahannya bisa dua kali lipat dari dana alokasi awal," tutur  Idris, di Depok, Kamis (27/2/2020).  


BTT telah dikeluarkan untuk membantu korban bencana. Pemkot akan membantu SMP Negeri 16 Depok, tanpa harus ada proses permohonan bantuan. 


"Ya karena ini merupakan aset pemerintah. Maka langsung tanpa ada proses permohonan bantuan. Kalau untuk rumah pribadi nanti ada permohonan bantuan hibah," ujar Idris. 

Penanganan pertama, kata Idris, untuk rumah yang rusak masih dari swadaya dari kelurahan dan kecamatan. Nantinya, setelah asesmen keluar, maka semua kerugian atas peristiwa ini akan segera dikeluarkan melalui BTT.


Selain longsor, juga terjadi musibah angin puting beliung yang menyebabkan 16 rumah rusak di Kelurahan Cimpaeun, Kecamatan Tapos, dan satu sekolah yakni SMP Negeri 16 Depok juga di Kecamatan Tapos mengalami kerusakan di bagian pos keamanan dan satu ruang kelas. 


Kepala SMPN 16 Depok Iyang Bahtiar mengapresiasi kesigapan Pemkot Depok menangani dampak bencana angin puting beliung yang menerjang sekolahnya. 


"Kami atas nama pimpinan SMPN 16 Depok sangat mengapresiasi upaya yang dilakukan Pemkot Depok dalam membantu sekolah kami. Terlebih Wali Kota meninjau langsung ke sini," tutur Iyang.


Dikatakan Iyang, perbaikan sekolah juga dibantu oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok bersama dinas serta instansi terkait membantu membersihkan puing-piung genteng yang rusak. Tak hanya itu, Damkar juga membantu menyingkirkan atap gedung koperasi yang roboh.


"Atap gedung koperasi kami menggunakan konstruksi baja ringan, sehingga pada malam kejadian atapnya terlipat dan runtuh," ujar Iyang. 


Lebih lanjut, ucap Iyang, saat Selasa (25/2/2020) pagi, Damkar dan dinas terkait langsung melakukan pemotongan rangka dan atap sekolah. Upaya tersebut dilakukan agar atap yang besar dapat segera diperbaiki.


"Tak hanya itu, Pak Wali Kota juga langsung menginstruksikan untuk mengkalkulasikan anggaran agar segera dilakukan perbaikan," kata Iyang. 


Saat ini, ada empat titik di empat kecamatan yang mengalami longsor pascahujan deras, Selasa (25/2/2020) dinihari. Keempat titik longsor terjadi di Kecamatan Tapos, Pancoran Mas, Sukmajaya, dan Cipayung.



Sumber: BeritaSatu.com