Kadin: UU Ciptaker Bisa Jadi Solusi di Tengah Kekhawatiran Pelambatan Ekonomi

Kadin: UU Ciptaker Bisa Jadi Solusi di Tengah Kekhawatiran Pelambatan Ekonomi
Rosan P Roeslani. (Foto: Antara)
Robertus Wardy / RSAT Sabtu, 14 Maret 2020 | 10:43 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Rosan P Roeslani mengemukakan Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja Kerja (Ciptaker) yang masuk program omnibus law menjadi solusi bagi investor untuk berinvestasi di tengah kekhawatiran perlambatan ekonomi akibat Covid-19 atau corona. Kadin berharap segera disahkan RUU agar bisa digunakan setelah penyebaran virus corona berakhir.

"Harapannya, omnibus law menjadi salah satu berita yang baik," kata Rosan, Sabtu (14/3/2020).

Rosan menyebutkan RUU Ciptaker ditunggu investor, baik lokal maupun asing. Mereka ingin tahu hasil RUU di tengah ketidakpastian ekonomi akibat corona.

Terkait penolakan dari berbagai elemen, termasuk buruh, Rosan mengatakan merupakan hak buruh untuk menyampaikan pendapatnya. Yang penting komunikasinya bagus dan dicari solusi yang terbaik.

Rosan menambahkan bahwa demonstrasi wajar dilakukan jika memang pemikiran tidak sejalan. Pihak buruh memiliki hak untuk menyampaikan pendapatnya. "Itu wajar saja," tegasnya.

Sebelumnya, lembaga pemeringkat Moody’s Investors Service menurunkan prediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini, dari 4,9 persen menjadi 4,8 persen. Proyeksi Moody's ini didasarkan pada keberadaan pandemi virus corona menyebabkan perlambatan aktivitas ekonomi secara global.

Sementara itu, untuk negara-negara G20, prediksi pertumbuhan ekonominya masing-masing hanya 2,1 persen turun 0,3 persen dari angka perkiraan sebelumnya. Pelemahan konsumsi dan produksi yang utama akan dirasakan oleh Tiongkok, tempat wabah virus tersebut bermula.

Dalam laporannya, Moody's menyebutkan bahwa risiko resesi global semakin meningkat, seiring meluasnya wabah virus corona. Moody's menilai, semakin lama wabah ini terjadi, akan semakin mempengaruhi kegiatan ekonomi, permintaan terganggu dan mengarah ke resesi.



Sumber: BeritaSatu.com