Bus Transjakarta Dibatasi, Antrean Penumpang Membeludak di Terminal Kalideres

Bus Transjakarta Dibatasi, Antrean Penumpang Membeludak di Terminal Kalideres
Antrean panjang terlihat di Terminal Bus Kalideres, akibat pembatasan jumlah bus Transjakarta yang beroperasi, Senin (16/3/2020) pagi. (Foto: Beritasatu.com / Aulia Safira )
Rully Satriadi / RSAT Senin, 16 Maret 2020 | 08:43 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Ribuan penumpang bus Transjakarta harus rela mengantri 1 - 2 jam lebih akibat pembatasan jumlah bus dan pemunduran waktu pemberangkatan bus Transjakarta, Senin (16/3/2020) pagi. Penumpang pun membeludak karena mereka tidak boleh masuk ke dalam halte dan setiap bus hanya boleh membawa 20 penumpang.

Dari pantauan di Terminal Bus Transjakarta Kalideres, ribuan penumpang mengantre dan tampak gelisah karena lebih dari 1,5 jam berdiri di depan pintu masuk halte bus Transjakarta Kalideres. Akibat antrean yang mengular tersebut, beberapa ibu memprotes dan marah-marah. Selain pegal, mereka juga kepanasan.

"Kami yang tadinya sehat bisa jadi sakit kalau antrenya kayak gini,” ujar seorang ibu.

Antrean panjang ini selain disebabkan pembatasan bus Transjakarta, waktu pemberangkatan yang setiap 20 menit sekali, juga akibat penumpang dibatasi hanya 20 orang per bus.

Banyak penumpang yang mengeluhkan kebijakan yang dilakukan Pemprov DKI ini yang tujuannya sebenarnya sangat baik untuk mengurangi penyebaran virus corona di angkutan umum, namun tidak diiringi dengan kebijakan bekerja di rumah untuk semua karyawan yang ada di Jakarta.

Salah seorang petugas Transjakarta yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan antrean panjang ini terjadi karena dampak dari kebijakan pembatasan jumlah bus transjakarta, dan kedatangan bus yang setiap 25 menit sekali.

Menurutnya untuk koridor 3 jurusan Kalideres – Harmoni, hanya 13 bus yang dioperasikan. Tapi melihat membeludaknya dan panjangnya antrean pihak Transjakarta menambah armada yang beroperasi, dan mengubah estimasi kedatangan bus menjadi setiap 5 menit sekali untuk mengurai antrean penumpang yang mengular  di Terminal Kalideres.

Salah seorang karyawan Fira yang bekerja di kawasan Abdul Muis, Gambir Jakarta Pusat yang sudah antre lebih dari 1 jam mengatakan kebijakan yang dilakukan Pemprov DKI sebenarnya tujuannya baik, tapi dinilai kurang tepat. Karena menurutnya tidak dibarengi dengan imbauan ke perusahaan-perusahaan agar bekerja di rumah seperti diterapkan pada ASN dan sekolah-sekolah di DKI Jakarta

Akibat pembatasan armada bus Transjakarta itu penumpang jadi membeludak, dan antrean memakan waktu yang lama sekali. Sehingga niat awal yang baik untuk mencegah menjalarnya virus corona tidak bisa terlaksana dengan baik, karena yang mengantre sangat banyak, panjang, dan sangat menyusahkan.

“Seharusnya kebijakan pembatasan bus Trasnjakarta juga dibarengi dengan pemberlakuan bekerja di rumah seperti ASN-ASN,' ujar Fira.

Hal senada  juga disampaikan Karina, salah seorang karyawati di bilangan Petojo Jakarta Pusat. Kebijakan ini percuma karena saya harus himpit-himpitan dengan sesama penumpang yang antre di  depan halte bus Transjakarta,” ujarnya mengeluh.

Untuk itu dia meminta kebijakan pembatasan bus Transjakarta ini ditinjau kembali. “Kasihan kan para penumpang harus antre 1 sampai 2 jam untuk mendapatkan bus Trasnjakarta. Apalagi alternatif kendaraan umum lainnya sudah tidak ada selain bus Transjakarta ini,” tegas Karin.



Sumber: BeritaSatu.com